JOGJA – Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIJ, Bambang Sugaib mengakui Jalan Gito Gati kualitasnya di bawah standar. Meski sebagai jalan provinsi, banyak kerusakan dari Perempatan Kamdanen hingg Perempatan Denggung.
Perbaikan telah direncanakan secara rinci. Namun perbaikan tidak bisa serta merta dilakukan. Perbaikan baru menyasar empat jembatan di Gito Gati.

“Keempatnya, Denggung, Tlacap, Tambakrejo dan Gondanglegi. Pengerjaan akan dilakukan mulai 6 Februari,” kata Bambang di Kantor Bina Marga DPUP ESDM DIJ (29/1).

Perbaikan keempat jembatan menyebabkan Jalan Gito Gati ditutup dalam kurun lama. Warga harus memutar untuk menuju Jalan Magelang maupun Jalan Palagan Tentara Pelajar.

Apalagi saat ini sedang berlangsung pembangunan Underpass Kentungan. Jalan Gito-Gati menjadi jalur alternatif menuju Jalan Magelang dan sebaliknya. Ditutupnya Jalan Gito Gati berdampak pada peralihan arus lalu lintas.

“Setelah kami berkomunikasi dengan forum lalu lintas Jogjakarta, sudah disiapkan skema pengalihan arus. Termasuk untuk warga sekitar. Sudah disiapkan akses jembatan darurat untuk kendaraan ringan,” ujar Bambang.

Meski pembangunan keempat jembatan dimulai 6 Februari, durasi pembangunan tidak bersamaan. Jembatan Tambakrejo dan Gondanglegi kontrak pengerjaan hingga Mei 2019. Jembatan Denggung dan Tlacap, kontrak pengerjaan hingga Juli 2019.

“Kalau untuk dana beda-beda. Jembatan Denggung kisaran Rp 3,2 M, jembatan Tlacap kisaran Rp 3,2 M, jembatan Tambakrejo kisaran Rp 1,3 M dan jembatan Gondanglegi kisaran Rp 1,1 M,” kata Bambang.

Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas, Dishub DIJ, Bagas Senoaji telah menyiapkan skema pengalihan arus dan manajemen lalu lintas. Salah satunya perubahan fase alat pemberi isyarat lalulintas (APILL) Perempatan Denggung dan Kamdamen. Dari awalnya empat fase diubah menjadi tiga fase.

Bagas menuturkan, satu fase setiap persimpangan akan dimatikan. Karena wacana penutupan Jalan Gito Gati telah final. Dipastikan tidak ada kendaraan yang melaju di ruas tersebut.

“Tapi untuk kebutuhan lingkungan lokal, tetap bisa melintas. Awalnya Denggung terapkan flashing tapi imbasnya penumpukan kendaraan di Jombor. Sehingga juga diterapkan tiga fase,” kata Bagas.

Jajarannya telah menyiapkan jembatan darurat di setiap kawasan pembangunan jembatan. Tujuannya agar warga tetap bisa melintas. Jembatan darurat untuk kendaraan ringan jenis roda empat dan roda dua.

Jembatan Denggung dan Tlacap hanya dikhususkan pengendara roda dua. Karena kanan dan kiri jembatan sudah terisi bangunan warga.

“Tlacap itu tidak mungkin. Karena kondisi lingkungan kanan kirinya curam. Denggung juga tidak mungkin. Karena ada bangunan warga,” kata Bagas.

Untuk pengalihan arus jajarannya mengutamakan memutari Gito Gati. Alternatif pertama melalui Jalan Turi lalu tembus Pandowoharjo, menuju Jalan Noto Sukarjo dan berakhir di Jalan Palagan Tentara Pelajar.

Alternatif lain, arah Jalan Magelang belok kiri menuju Jejamuran Pandowoharjo menuju Jalan Noto Sukarjo. Berakhir di Jalan Palagan Tentara Pelajar. Bisa juga melalui Mulungan Baru (selatan Resto Pringsewu) ke utara menuju Jalan Noto Sukarjo.

“Pengalihan ini untuk kendaraan kecil. Kalau bus atau kendaraan berat wajib lewat Jalan Palagan Tentara Pelajar dari arah Tempel atau Turi. Uji coba pengalihan arus pada 4 Februari,” ujar Bagas. (dwi/iwa/fn)