MAGELANG–Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengadakan kirab keliling kota, untuk Penghargaan Adipura yang dirahnya kembali diraihnya pada 2018. Masyarakat, terutama para pelajar dan guru sekolah sengaja dibariskan di sepanjang rute perjalanan, Rabu (30/1).

Tetapi lamanya menunggu kirab, sejak pelajar dibariskan menjadi keluhan tersendiri bagi para orang tua siswa. Para siswa ini menunggu sejak pukul 13.00 hingga 15.00 belum juga lewat kirabnya. “Kenapa waktunya tidak dibuat lebih baik. Ini selalu beruang dari tahun ke tahun,” kata salah satu orang tua murid, Agung Prabu, asal Tidar Utara.

Lepas dari kekecewaan orang tua siswa, para pelajar dari tingkat SD sampai SMA/sederajat antusias menyambut penghargaan untuk kebersihan tersebut. Siswa SMPN 13 Magelang, Rosiana mengaku sangat antusias menyambut kirab piala dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. Ia pun merasa bangga, kotanya dapat meraih kembali penghargaan. “Senang sih rasanya dan bangga mendapat penghargaan ini. Artinya, Kota Magelang bersih,” tuturnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Wali Kota Windarti Agustina turut berkeliling Kota Magelang mulai dari markas Armed 3 Sambung menuju Jalan Ahmad Yani sampai Alun-Alun Magelang. Lalu dilanjut ke Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di halaman kantor Pemkot Magelang. Sigit dan rombongan menyempatkan diri berjalan kaki dan menyalami warga serta pelajar yang berdiri di pinggir jalan.

Menurut Sigit, pihaknya akan tetap berkomitmen bersama masyarakat menjaga lingkungan, meski sudah mendapatkan lagi Adipura. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. Caranya bisa dengan menggunakan tempat minum sendiri, sehingga tidak membeli air kemasan. Ketika belanja ke mall, membawa tas sendiri dari rumah.”Serta memanfaatkan bahan-bahan non-plastik untuk segala kebutuhan maupun belanjaan,” jelasnya.

Sigit Widyonindito berharap, keberadaan sampah plastik bisa berkurang atau bahkan zero sampah plastik. Dia akan rumuskan. Kalau bisa Kota Magelang kurangi sampah plastik, kalau bisa zero sampah plastik dan tidak menggunakan yang berbau plastik.”Karena sampah plastik itu mengurainya sangat sulit. Butuh ratusan tahun,” ujarnya.

Dia pun mengimbau masyarakat agar program 3R atau reuse, reduce, dan recycle makin digalakkan di seluruh sudut kota. Hal ini seiring dengan imbauah pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar mengedepankan pengelolaan sampah.

“Ayo kita galakkan 3R, sehingga sampah kita dapat dikelola dengan baik dan tidak menumpuk di tempat pembuangan sampah,” tandasnya. (dem/din/fn)