PURWOREJO –  Petugas pengamanan dari berbagai unsur yang diterjunkan dalam pengamanan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Purworejo 31 Januari ini, diminta benar-benar mengetahui standar operasional prosedur (SOP) tugasnya. Seluruh jajaran Polsek harus memberikan penjelasan lagi dan mencatat semua yang harus dilakukan petugas.

Hal ini ditekankan Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong saat memimpin upacara pergeseran pasukan pengamanan Pilkades di Jalan Proklamasi, depan Kantor Bupati Purworejo, Selasa (29/1). Menurutnya, pemahaman akan tugas di lapangan bagi petugas amat penting agar tidak gagap saat tugas.

Upaca pergeseran itu diikuti sedikitnya 700 orang dari unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Damkar serta Linmas. Hadir dalam kesempatan ini, Kajari Alex Rahman, Sekda Said Romadhon, perwakilan Kodim, seluruh camat, danramil dan kapolsek di Purworejo.

“Kita semua berharap pelaksanaan pilkades serentak berjalan aman dan lancar. Semua harus saling koordinasi, mulai dari anggota Polri/TNI maupun linmas yang bertugas serta lainnya. Laporkan ke pimpinan jika ketemu masalah saat pilkades,” kata Kapolres.

Menurutnya kesukseskan pelaksanaan pilkades akan menjadi acuan sukses tidaknya kegiatan pesta demokrasi yang lebih besar yakni Pileg dan Pilpres, 17 April mendatang. Jika pilkades berjalan lancar dan maksimal, dirinya optimistis dalam Pemilu 2019 semua akan baik-baik saja.

Secara khusus personel Polri yang diturunkan dalam pengamanan tidak akan dilengkapi dengan senjata api. Petugas hanya dilengkapi alat tongkat atau pentungan.

“Selain yang diterjunkan di lapangan, kami siapkan di Mako yakni Dalmas sebanyak satu peleton. Mereka akan didukung kendaraan rantis dan kebutuhan lainnya. Kalau senjatanya, ya hanya pentungan saja,” tambah Kapolres.

Dukungan personel lain yang diturunkan adalah anggota Brimob Kutoarjo, di mana mereka akan menurunkan satu  peleton pasukan. Mereka akan mendukung dan berada di Mako dan siap turun jika dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Purworejo Budi Wibowo mengungkapkan, pihaknya menurunkan anggota Satpol dan Linmas dari seluruh wilayah yang menyelenggarakan. Petugas Linmas dibagi dalam tiga tempat yakni di setiap TPS sebanyak 2 orang, desa ada 3 personel dan di Kantor Satpol PP sebanyak 15 orang.

“Sebelum dilibatkan dalam pengamanan ini, seluruh linmas telah kami bekali dengan berbagai pengetahuan tentang prosedur yang harus dijalani,” kata Budi. (udi/laz)