SLEMAN – Drama menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019 masih terus berlanjut. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali menemukan 1.800 kiriman paket yang diduga kuat berisi tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Sentra Pengelolaan Plemburan, Senin (28/1). Setiap amplop diperkirakan berisi tiga eksemplar.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar melakukan pengecekan terhadap paket yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah setelah mendapat laporan. Dari sampul paket, alamat pengirim masih sama yaitu dari Redaksi Tabloid Indonesia Barokah di Bekasi. Untuk pengirimannya juga masih sama yaitu dari Kantor Pos di Jakarta Selatan.

Dari 1.800 paket tambahan itu, tujuannya dikirim ke Kabupaten Sleman dan Bantul. “lamat penerima ke masjid dan pondok pesantren,” ujar Arjuna.

Dikatakan, pihaknya juga mendapat laporan jika di Sleman ada salah satu ponpes yang telah menerima tabloid Indonesia Barokah. “Kamis sore (24/1), kami mendapat laporan dari pengurus ponpes di Sleman lewat telepon, dan kami minta agar ditahan dulu jangan disebarkan ke masyarakat,” ucapnya.

Namun, dia belum mengetahui secara pasti jumlah tabloid yang sudah beredar di Sleman. Oleh karenanya, dia meminta kepada masyarakat yang telah menerima tabloid itu agar disimpan dulu hingga ada instruksi selanjutnya.

Selain itu, Arjuna meminta kepada Kantor Pos agar menunda pengiriman ke wilayah Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Nantinya, keputusan boleh atau tidaknya tabloid Indonesia Barokah disebar, masih menunggu kajian dari Dewan Pers.

“Nanti menunggu dari Dewan Pers dan menunggu hingga keluar hasil kajiannya. Bareskrim dan Bawaslu RI juga menunggu itu untuk bisa menentukan langkah selanjutnya,” ucapnya.

TUNGGU KAJIAN DEWAN PERS: Anggota Bawaslu Sleman saat mengecek  ribuan paket yang diduga kuat berisi tabloid Indonesia Barokah, di Kantor Pos Sentra Pengelolaan Plemburan (28/1). (JAUH HARI WAWAN S/RADAR JOGJA)

Sementara itu, Wakil Kepala Kantor Pos Sentra Pengelolaan Plemburan Mujiyono menerangkan, pihaknya menerima tambahan paket yang diduga kuat berisi tabloid Indonesia Barokah sejak Jumat sore (25/1). Namun ia tidak bisa memastikan isi dari paket tersebut akibat terbentur regulasi yang melarang untuk membuka paket.

Hingga saat ini, Mujiyono telah mendata ada total 4.241 paket yang siap didistribusikan ke wilayah Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Rinciannya, Sleman ada 1.901 paket. Bantul ada total 1.853 paket. Sedangkan Kota Jogja ada 487 paket.

“Untuk wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul tidak di sini (Plemburan, Red). Tapi kalau dari laporan di DIJ total ada sekitar 7.000-an paket seperti ini,” jelasnya.

Untuk pengiriman ke tiga wilayah itu, pihaknya masih menunggu keputusan final dari Bawaslu. Jika nantinya diminta untuk mengembalikan atau disita, dia menyatakan siap. “Kalau boleh diantar kami antar, kalau dikembalikan kami kembalikan, kalau disita silakan asal sesuai SOP,” tegasnya. (har/laz/fn)