PURWOREJO – Tabloid Indonesia Barokah yang diduga  menyerang salah satu pasangan calon presiden pada Pemilu 2019 ini tersebar di berbagai masjid dan pondok pesantren di Purworejo. Satu di antaranya adalah Masjid Agung Purworejo Darul Mutaqien yang menyimpan bedug terbesar di dunia itu.

Ketua Takmir Masjid Agung Habib Najib Syafrudin Ba’bud mengungkapkan, pihaknya menerima satu amplop berisi tiga eksemplar tabloind Indonesia Barokah, pekan lalu. Hanya saja, tabloid itu langsung disimpan di rumahnya karena kontennya dinilai berbau politis.

“Masjid kan bukan tempat untuk berpolitik. Masjid adalah tempat pembinaan umat, bukan untuk kampanye,” kata Najib Minggu (27/1).  Dan keputusannya untuk menyimpan tabloid di rumah, menurutnya, menjadi salah satu cara untuk menghindarkan adanya upaya kampanye di dalam masjid.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Purworejo Muslikhin Madiani saat dimintai konfirmasi membenarkan bahwa beberapa masjid di Purworejo telah menerima tabloid Indonesia Barokah. Tabloid tersebut diketahui dikirim via pos.

DMI menyarankan kepada takmir masjid untuk melaporkan perihal kiriman tabloid tersebut kepada Bawaslu,” kata Muslikhin. Melaporkan ke Bawaslu, menurutnya, sebagai langkah tepat karena konten dari tabloid tersebut mengenai isu politik. Terkait jumlah pastinya yang berbedar di Purworejo, Muslikhin mengaku masih akan melakukan inventarisasi.

“Sejauh ini beberapa masjid laporan ada paket kiriman amplop berisi tabloid Indonesia Barokah. Jika isinya itu dirasa kurang baik, takmir dapat menyimpan atau melaporkan tabloid tersebut ke Bawaslu,”  tambah Muslikhin.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya persebaran tabloid itu di Purworejo. Pihaknya telah menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan hingga desa untuk menginventarisasi persebaran tabloid tersebut.

“Tindak lanjut dari temuan ini, kami telah menginstruksikan kepada jajaran kami untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan di wilayah masing-masing. Berkoordinasi dengan Kantor Pos, agar jika ada tabloid yang belum dikirimkan ke alamat untuk ditunda terlebih dahulu sampai ada hasil kajian dari Dewan Pers,” katanya.

Terkait tabloid yang sudah terlanjur sampai kepada alamat, Nur Kholiq mempersilakan kepada masyarakat yang merasa resah untuk menitipkan kepada jajaran Bawaslu yang berada di tingkat desa maupun tingkat kecamatan. (udi/laz/tif)