KULONPROGO – Penataan Alun-Alun Wates (Alwa) menyebabkan sejumlah bangunan dipindah. Di antaranya, Kantor Dinas Kesehatan Kulonprogo, Rumah Tahanan (Rutan) Wates. Keduanya menunggu untuk dipindah.

Kepala Rutan Kelas IIA Wates, Deny Fajariyanto mengatakan, rutan berada di barat Alwa. Proses pemindahan tidak bias secepat Dinas Kesehatan.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Salah staunya menyangkut keamanan dan ketersediaan air bersih.

“Belum ada perkembangan lebih lanjut terkait rencana pemindahan rutan. Skema terbaik adalah tukar guling atau ruislag. Namun belum ada pembicaraan mengenai lahan yang potensial,” kata Deny (27/1).

Menurut dia, masih perlu koordinasi Pemkab Kulonprogo dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM). “Perlu ada nota kesepahaman antara Pemkab dan KemenkumHAM terkait ruislag,” ujar Deny.

Ada beberapa aspek yang sangat dibutuhkan untuk bangunan Rutan atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Lokasinya tidak jauh dari instansi penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan).

“Ketersediaan air bersih juga menjadi faktor penting. Karena tingginya kebutuhan penggunaan air bagi penghuni rutan. Jika tidak ada air, rawan menyebabkan ketidaknyamanan,” tegas Deny.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, rencana pemindahan sudah lama. Pemkab sudah memiliki gambaran lokasi pemindahannya. Kapan mulainya? Harus melewati prosedur antar-kementerian dan lintas pemerintah daerah ke pemerintah Pusat.

“Sebelum 2022 semoga sudah ada kejelasan. Rabu (23/1) lalu saya bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIJ Krismono. Komunikasi belum mengerucut,” kata Hasto.

Krismono menyinggung tentang rencana pembangunan Kantor Imigrasi di Kulonprogo. Berkaitan dengan berdirinya New Yogyakarta International Airport (NYIA). Kantor pelayanan itu mulai beroperasi pekan ketiga Maret 2019. (tom/iwa/tif)