GUNUNGKIDUL – Pekerjaan rumah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunungkidul menumpuk. Lantaran persentase bidang tanah yang belum bersertifikat cukup tinggi. Belum menyentuh 70 persen.

Kepala BPN Gunungkidul A. Suroyo menyebutkan, jumlah bidang tanah di 18 kecamatan di Bumi Handayani 593.035. Yang baru bersertifikat baru 377.396 bidang tanah. Alias sekitar 63 persen. Artinya, masih ada 215.639 bidang tanah yang belum bersertifikat.

”Karena kesadaran masyarakat (mengurus legalitas tanah) masih rendah,” kata Suroyo saat dihubungi Minggu (27/1).

Dari itu, Suroyo berharap program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dapat mendorong capaian sertifikasi. Di mana BPN tahun ini menargetkan 27 ribu bidang tanah tersertifikasi.

”PTSL sementara menyasar 54 desa di 12 kecamatan,” ucapnya.

Dibanding kabupaten/kota lain di DIJ, Suroyo mengakui capaian sertifikasi tanah di Gunungkidul paling ketinggalan. Sebab, sertifikasi di kabupaten/kota hampir selesai.

”Itu berdasar data dari pemprov,” ujarnya.

Dari 54 desa, Desa Sumberejo menjadi salah satu sasaran program PTSL. Kepala Desa Sumberejo Wahyudi berkomitmen menyukseskannya. Caranya dengan gencar melakukan sosialisasi hingga ke tingkat paling bawah. Toh, biaya administrasi PTSL sangat terjangkau. Hanya Rp 150 ribu per bidang.

”Kami juga mengingatkan perihal syarat-syarat yang harus dipersiapkan. Seperti letter C dan KTP,” tambahnya.

Terpisah, Wakapolres Gunungkidul Kompol Verena mengingatkan pemerintah desa harus berhati-hati dalam pelaksanaan PTSL. Terutama dalam penentuan biaya pengurusan. Berkaca pengalaman 2018, ada delapan kasus yang dilaporkan ke polres. Semuanya berkaitan dengan PTSL. (gun/zam/tif)