JOGJA – Tinggal penindakan dengan tilang yang belum dilakukan untuk membuat pengendara tidak memarkirkan kendaraannya di atas garis biku-biku. Meski sudah lama dilakukan sosialisasi, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja masih menemukan puluhan kendaraan yang melanggar.

“Sebetulnya sudah lama kami mengingatkan, dalam hal ini kami juga selalu berkoordinasi dengan Satlantas agar bisa dilakukan penilangan,” ujar Kepala Bidang Angkutan Jalan Pengendalian Operasional dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Sugeng Sanyoto, Jumat (25/1).

Menurut dia, dari penertiban yang dilakukan, Dishub Kota Jogja terdapat puluhan kendaraan yang terjaring. Terbukti memarkirkan kendaraanya di atas garis biku-biku. Menurut dia perilaku para pelanggar parkir ini teramat menganggu kelancaran lalu lintas.

“Terutama jika diparkir di penggal jalan yang telah ada marka bikunya,” tegasnya.

Pada para pelanggar, kemudian dilakukan tindakan penggembokan, penggembosan ban. Termasuk juga menempelkan stiker ke kaca mobil yang melanggar. Tapi tidak ada kendaraan yang ditilang. Karena itu merupakan kewenangan Kepolisian.

Sebelum dilakukan penindakan, Sugeng mengaku sudah rutin melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan terkait larangan berhenti atau parkir di atas tanda tersebut. “Tapi kenyataannya belum mampu memberikan efek jera,” tuturnya.

Dishub Kota Jogja juga rutin melakukan penindakan kepada pelanggar, tidak hanya pada jam kerja namun juga diluar jam kerja. Bahkan tidak jarang pada malam hari. Dishub juga gencar melakukan penertiban saat sabtu dan minggu. “Karena pada hari tersebut lalu lintas sangat ramai,” ujar Sugeng.

Selain itu, untuk memastikan kelancaran para pejalan kaki, Sugeng mengaku pada kegiatan penertiban kemarin juga mengingatkan kepada pengemudi becak motor maupun kendaraan lain untuk tidak memakirkan kendaraan di trotoar. Karena hal tersebut sudah menyalahi fungsi daripada trotoar sendiri. “Ada kami temukan bentor yang parkir ditrotoar Malioboro, langsung kami ingatkan untuk pergi,” katanya.

Pengawasan lain juga dengan melakukan pemantauan melalui kamera pengawas di beberapa simpang. Hal tersebut bertujuan untuk melihat kondisi lalu lintas dan melihat penyebab kemacetan.

“Ada petugas yang memantau dan bekerja di ruang kedali. Petugas ini juga bertugas untuk  mengatur durasi atcs yang ada di 18 simpang,” katanya. (cr5/pra)