JOGJA – Kehadiran kendaraan sewa khusus, atau yang dikenal dengan taksi online, tidak membuat ciut pengelola taksi berargometer. Salah satu solusinya dengan melakukan kerjasama. Itu yang dilakukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pataga yang meresmikan kerjasama program Kawan Bluebird.

Menurut Ketua KSU Pataga Sujarwo Chandra kerjasama Kawan Bluebird tersebut merupakan bentuk kemitraan dalam pengelolaan menejemen operasional. Kebijakan tersebut diambil setelah diskusi di internal Pataga yang mengalami kesulitan operasional. Terutama sejak hadirnya taksi online.

“Setelah dipelajari dan didiskusikan, semua pengurus dan pengemudi akhirnya sepakat melakukan kerjasama dalam bentuk CSR dari Bluebir tersebut,”ungkapnya di sela syukuran penanda dimulainya operasional program Kawan Bluebird di pool Bluebird Janti sabtu (26/1).

Chandra menambahkan sementara ini baru 25 unit taksi, dari 39 unit taksi milik Pataga yang sudah direkondisi dan disesuaikan dengan standar armada Bluebird. Termasuk pengemudinya sudah mendapat pelatihan dari Bluebird. Dia juga menolak jika dikatakan sebagai akuisisi Pataga.

“Kemitraan, armada dan izin masih milik Pataga,”ujarnya. Chandra menambahkan sesuai  SK Gubernur DIJ nomor 86 tahun 2014, jumlah taksi di DIJ dibatasi 1.050 unit. Tapi dari pendataan armada yang masih beroperasi di Amplaz, total hanya sekitar 600-an taksi yang masih beroperasi.

Sedang Direktur PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono menambahkan kemitraan Kawan Bluebird dengan Pataga merupakan yang pertama di Indonesia. Menurut dia konsep kerjasama tersebut sengaja melibatkan operator taksi lokal.

“Karena komitmen kami untuk menjunjung kearifan lokal, sehingga operator lokal juga berkesempatan berkembang,”tuturnya.

Diakuinya sejak kehadiran taksi online, operasional taksi berargometer termasuk Blue Bird sempat terganggu. Menurut dia itu disebabkan karena persaingan yang tidak sehat. Terutama karena adanya subsidi tarif dan perang harga. Tapi Blue Bird sudah melalui masa uslit tersebut. Bahkan tahun ini akan melakukan upgradesistem dan peralatan.

”Itulah yang ingin kamisharing dengan operator taksi lokal, supaya bisa hidup bersama. Harapanya koperasi taksi lainnya bisa bergabung. Alon-alon waton kelakon,”ujarnya disambut tepuk tangan hadiri.

Andre menambahkan yang selalu diunggulkan oleh Blue Bird adalah pelayanan ke pelanggan. Juga ke pengemudi. Menurut dia, para pengemudi diberikan hak-haknya, bahkan hingga jaminan sekolah putera-puterinya hingga berangkat ibadah umrah. “Karena bagi kami yang utama itu tamu dan pengemudi,”tuturnya. (cr8/pra/ong)