TEBING longsor di area penambangan pasir ilegal wilayah Sleman kembali terjadi. Rabu (23/1) lima penambang tertimbun material tebing setinggi enam meter di wilayah Dusun Kaliwuluh Balong, Umbulharjo, Cangkringan. Seorang tewas dalam peristiwa tersebut. Belakangan diketahui korban tewas adalah Mistam, 43, warga Sontonayan RT 06 RW 05, Kapencar, Kretek, Wonosobo.

Seorang lainnya, Paeran Isnan, 37, warga Gemawang, Pagerejo, Kretek, Wonosobo mengalami luka pada bagian wajah. Sedangkan tiga lainnya selamat. Yakni Teman dan Paijo, keduanya juga asal Wonosobo. Dan Bondan, warga Karangbendo, Banguntapan, Bantul. Bondan adalah sopir truk bernopol AB 8962 YT.

“Kejadian berlangsung cepat saat korban mengisi truk pasir secara manual. Sekitar pukul 10.15,” ungkap Tukijo, 45, saksi mata asal Kaliwuluh Balong.

“Terdengar suara gemuruh dan tak lama berselang ada teriakan minta tolong,” sambungnya.

Saat itu posisi Mistam terhalang truk. Menyebabkan dia tak cukup waktu menyelamatkan diri. Seluruh tubuhnya tertimbun material pasir dan batu.
Butuh waktu dua jam untuk mengevakuasi jasad Mistam. “Dia terkubur material setebal 1,5 meter,” kata Tukijo.

Camat Cangkringan Mustadi menegaskan, area penambangan manual, terutama di pekarangan warga, belum ada regulasinya. Hanya atas dasar kesepakatan antara si pemilik lahan dan penambang. “Sebenarnya tambang manual seperti ini kan tidak ada izinnya. Terus terang saja,” sesalnya.

Mustadi mengaku sering menerima aduan warga terkait maraknya penambangan manual. Hal itu sudah disampaikannya ke Pemkab Sleman. Namun sejauh ini belum ada tindakan nyata dalam penindakan.

“Yang terbanyak memang di Umbulharjo. Tapi ada juga di desa lain,” bebernya.
Mustadi mengelak disebut membiarkan keberadaan aktivitas penambangan ilegal tersebut. Dia mengaku sering sosialisasi larangan menambang. Namun hal itu seolah tak diindahkan.

Menurutnya, para penambang hanya asal menggali pasir. Cara mereka tidak aman. Hanya meruntuhkan tebing, sehingga memperbesar potensi longsor. Terlebih saat cuaca ekstrem seperti saat ini.

Kapolsek Cangkringan AKP A.R. Sutarman memastikan tambang ilegal tersebut ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Semabari berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah setempat. “Sampai ini (pemeriksaan, Red) selesai akan ditutup dulu,” kata Sutarman.

Penyidik mengamankan barang bukti satu unit truk, delapan sekop, satu dandang (belencong), satu cangkul, linggis, dan garu.
(har/yog/fn)