BARITO PUTERA (1) vs PSS SLEMAN (2)

MARTAPURA – Modal berharga diperoleh PSS Sleman di leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia. Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman berhasil menjungkalkan tuan rumah Barito Putera 2-1 di Stadion Demang Lehman, Martapura Rabu (23/1).

Bermain tanpa beban, Bagus Nirwanto dkk justru mampu bermain lepas dan enjoy menikmati pertandingan. Padahal, mereka juga tampil di bawah tekanan suporter tuan rumah yang memadati stadion.

Kesabaran tampaknya menjadi kunci raihan hasil positif di leg pertama ini. Bagaimana tidak. Sepanjang pertandingan, nyaris pertahanan Super Elja digempur habis-habisan oleh para pemain Laskar Antasari-julukan Barito Putera.

Sadar akan kualitas pemain skuad Barito Putera, tim pelatih PSS Sleman pun menerapkan skema parkir bus di lini bertahan. Tercatat, lima pemain bertipe bertahan di pasang sejak awal pertandingan.

Terbukti, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Ikhwan Cipatady, M Zamzani dan Derry Rachman bermain cukup disiplin dalam menjaga lini belakang Super Elja. Sementara dua full back Bagus dan Derry, juga memiliki peran dalam melakukan counter attack.

Hasilnya, brace pemain anyar Kushedya Hari Yudi di menit 18 dan 47 mengunci kemenangan Super Elja. Sementara gol balasan tuan rumah tercipta dari kaki striker Samsul Arif (34’).

Ricky Kambuaya pada laga kemarin menjadi motor serangan PSS Sleman. Perannya di lini tengah, mampu mengimbangi kreativitas yang dimiliki gelandang Tim Nasional Evan Dimas Darmono. Keberadaan Wahyu Sukarta dan Haris Tuharea pun tak canggung harus berduel dengan gelandang seperti Gavin Kwan dan Paulo Sitanggang.

Salah satu staf pelatih PSS Sleman, Komarudin mengaku kemenangan yang diraih benar-benar di luar ekspektasi. Sebab, skuad Super Elja datang ke Demang Lehman dengan persiapan yang sangat minim karena pada masa pembentukan tim. ”Gol kedua kami ada berbau keberuntungan. Karena berhasil memanfaatkan kesalahan lawan,” jelas Komarudin.

Pelatih yang banyak menangani fisik ini memuji kesabaran para pemain PSS Sleman dalam menerima serangan-serangan yang dibangun pihak lawan. Disiplin yang tinggi, menjadi salah satu kunci timnya bisa mengungguli skuad berkualitas yang dimiliki tuan rumah.

Dia pun meminta kepada anak asuhnya untuk tidak berpuas diri atas capaian pertandingan di leg pertama. Para pemain diharapkan untuk tidak lengah dalam menghadapi leg ke dua yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo pada Kamis (31/1) mendatang. ”Laga kemarin belum menunjukkan tim Barito yang sebenarnya. Bukan gambaran tim Barito,” jelasnya.

Ya, setelah melakoni leg pertama, PSS Sleman akan menjadi tuan rumah di leg selanjutnya. Pada leg pertama, PSS Sleman tanpa didampingin pelatih kepala, Seto Nurdiyantra yang tengah berada di Spanyol dalam rangkaian kepelatihan lisensi AFC Pro. (bhn/din/fn)