JOGJA – PSIM Jogja meminta Komisi Disiplin (Komdis) PSSI meninjau kembali sanksi yang telah dijatuhkan akibat kericuhan pada laga 64 Besar Piala Indonesia kontra PS Tira di Stadion Sultang Agung tahun lalu. Tidak hanya itu, manajemen Laskar Mataram pun medukung wacana perombakan anggota Komdis PSSI.

PSIM Jogja dihukum tanpa penonton pada lima pertandingan. Sekretaris PSIM Jogja Jarot Kestawa menilai hukuman yang dijatuhkan sangat memberatkan manajemen Laskar Mataram.

Mengingat, sejauh ini, tim-tim Liga 2 masih mengandalkan tiket penonton untuk menopang operasional tim. Sehingga, larangan lima pertandingan secara jelas mengurangi pendapatan besar PSIM Jogja. Apalagi, musim 2019 Laskar Mataram dipastikan kembali ke Stadion Mandala Krida.

”Jelas sanksi itu menjadi beban bagi manajemen. Kami minta Komdis meninjau ulang putusan sanksi tersebut,” kata Jarot Rabu (23/1).

Hukuman berat dari komdis berpeluang mengganggu stabilitas keuangan tim. Apalagi, Mandala Krida dengan wajah barunya dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendukung PSIM Jogja. ”Bermain di stadion dengan wajah baru tanpa kehadiran penonton tentu menjadi kerugian,” katanya.

Selain itu Jarot juga mendorong usulan pergantian anggota Komdis PSSI. Dorongan perombakan keanggotaan komdis juga disuarakan para peserta kongres PSSI di Nusa Dua Bali, baru-baru ini.

Usulan dari klub ini akan dibahas dalam tim yang dibentuk Exco PSSI Gusti Randa. ”Akan ditinjau ulang lagi keputusan Komdis dan Komding (komisi banding.red), karena banyak klub yang mengeluh,” ujar Jarot. Para peserta, juga mengusulkan dilakukannya perombakan para anggota dalam Komdis dan Komding.

Sementara itu dari hasil Kongres Tahunn PSSI di Bali, Minggu (20/1) lalu memastikan bakal melakukan restrukturisasi Komdis. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa ketika itu mengatakan, Komdis menjadi titik sentral persoalan sepak bola selain wasit.

”Perlu ada restrukturisasi Komdis dan tata kelola penunjukkan wasit,” ujar Gusti.

Dijelaskan, Exco PSSI maish akan menggodok perubahan di tubuh peradilan organisasi PSSI tersebut. Pihaknya berjanji akan menggelar rapat paling lambat dua minggu setelah kongres Bali. ”Kami ingin mencari orang-orang yang punya integritas,” tambahnya.

Restrukturisasi, sebutnya, bakal berimbas dengan sanksi-sanksi yang telah dijatuhkan Komdis di bawah kepemimpinan Asep Edwin sebelumnya. ”Saya yang akan mengetuainya. Jadi, putusan-putusan telah dijatuhkan Komdis akan ditinjau kembali,” jelasnya. (bhn/fn)