PURWOREJO – Sebastian Fiqri Ady, 23, warga Dusun Karangsari, Brati, Kabupaten Grobogan harus bertekuk lutut di hadapan jajaran Reskrim Polres Purworejo. Ia terbukti melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan menyebarkan gambar-gambar tak senonoh bekas teman wanitanya, dan melakukan pemerasan terhadap korban.

Adalah EW, 23, warga Desa Wironatan, Butuh, Kabupaten Purworejo yang melaporkan tindakan Sebastian ke Polres Purworejo, Minggu (6/1) lalu. Korban melaporkan perbuatan pelaku karena sudah jengah hidup dalam tekanan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Setyo Liestyawan mengungkapkan, pelaku sudah menyebarkan foto tidak senonoh korban ke teman-temannya melalui media sosial. Korban yang mengetahui perbuatan itu merasa malu dan tidak terima.

“Keduanya sudah menjalin hubungan khusus sejak 2014. Mereka kenal di jejaring Facebook. Korban terpikat melakukan hubungan istimewa itu karena yang bersangkutan mengaku anggota TNI berpangkat sersan,” kata Haryo saat gelar perkara kasus ini di aula Mapolres Purworejo, Rabu (23/1).

Dalam perjalanan asmara hingga satu tahun, korban akhirnya tahu selama itu dia diperdaya. Sebastian bukanlah anggota TNI, namun seorang buruh pabrik. “Mengetahui kalau pelaku itu telah menipunya, korban tidak terima dan memilih mengakhiri hubungan itu. Tapi pelaku menolak,” tambahnya.

Sebagai seorang lelaki, Sebastian tampaknya tidak patah arang dengan permintaan sang kekasih. Walaupun sudah sebatas mantan, dirinya tetap menjaga hubungan baik. Bahkan dengan bujuk rayunya, korban berhasil diyakinkan untuk bisa bertemu di Surakarta.

“Keduanya sepakat menginap di Hotel Jayakarta dekat Stasiun Balapan,” kata Haryo. Dalam kamar hanya dua orang berlainan jenis, dari yang sekadar berbincang akhirnya terjadilah hubungan terlarang. Tak ingin kehilangan momentum, beberapa kali tembakan kamera HP berhasil direkam pelaku.

“Sebenarnya korban sudah meminta agar gambar itu dihapus. Tapi pelaku mengatakan itu hanya untuk dokumen pribadi dan kenangan semata,” tambahnya.

Ternyata, ucapan itu hanyalah bualan belaka. Bermodal foto-foto yang ada, Sebastian mulai melancarkan ancaman dan kerap meminta korban untuk video call. Kesempatan itu kerap digunakan pelaku meminta korban agar berpose menggunakan pakaian tidak lengkap.

“Di awal Januari 2018 korban mulai menolak keinginan pelaku. Tapi pelaku memberikan ancaman jika tidak mau, akan menyebarkan foto-fotonnya. Selain itu juga meminta sejumlah uang,” katanya.

Total uang yang sudah diberikan kepada Sebastian hingga Rp 5,7 juta dalam beberapa kali kesempatan. Puncaknya saat korban tidak lagi berkenan mengikuti keinginannya, pelaku marah dan menyebaarkan foto korban ke teman-temannya.

“Pelaku kami bekuk di rumahnya di Grobogan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) dan (3) UURI No 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan hukuman penjara 12 tahun. Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti dua buah HP, bukti screnshoot percakapan, dan bukti transfer serta barang bukti lainya,” tambah AKP Haryo. (udi/laz/fn)