GUNUNGKIDUL – Kecurangan dua pedagang terbongkar. Mereka tertangkap tangan menjual daging sapi dioplos dengan daging babi.

Kedua tersangka, Purtatik, 61, warga Semanu; dan Endang Purwanti, 57, warga Bantul. Keduanya diamankan pada Selasa (15/1).

Purtatik ditangkap di Pasar Argosari, Wonosari, menjual daging dan kikil dicampur daging babi. Endang diciduk di Pasar Playen, Kecamatan Playen. Menjual daging sapi oplosan daging babi.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan kasus itu terkuak dari laporan warga. “Petugas menyamar sebagai pembeli. Kemudian daging dites. Hasilnya, daging sapi dicampur daging babi,” kata Fuady (23/1).

Kikil babi disamarkan menjadi kikil sapi. “Keduanya mengaku baru sebulan menjual daging oplosan. Sehari menjual lima kilogram daging oplosan,” ujar Fuady.

Keduanya dijerat Pasal 62 UU 8/1999 tentang perlindungan konsumen. UU 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Untuk ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Fuady berharap, dengan diamankannya dua penjual daging oplosan tersebut, menjadi efek jera kedua tersangka. Mencegah peredaran daging oplosan di masyarakat.

“Namun karena alasan kemanusiaan, kedua pelaku sudah tua, dilakukan penahanan luar,” kata Fuady.

Purtatik mengaku, menjual daging oplosan untuk mendapatkan keuntungan banyak. Apalagi untuk memperoleh daging babi cukup mudah. Dia membeli daging babi di Beringharjo. “Harganya Rp 60 ribu per kg,” kata Purtatik.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Astuti Adianti mengatakan, serat daging sapi lebih besar dan tebal. Serat daging babi mirip seperti daging ayam. Lembut dan berminyak. (gun/iwa/fn)