SLEMAN – Sebanyak 43 pejabat administrator, pengawas dan dokter dirotasi Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP) Selasa (22/1). Pergeseran tersebut sebagai langkah meningkatkan kinerja.

Plt Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Suyono mengatakan, ke-43 pejabat yang dilantik sudah sesuai kebutuhan. “Untuk mengisi pos yang kosong,” ujar Suyono.

Pos yang kosong seperti Kabag Humas dan Kabag Umum Sekda Sleman. Ada juga jabatan fungsional yang diisi. “Kalau jabatan fungsional tingkat utama itu di Sleman baru ada empat atau lima orang saja,” kata Suyono.

Dikatakan, selain pelantikan 43 pejabat, pihaknya tengah membuka pendaftaran untuk posisi Kepala Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja. “Sudah buka, ditutupnya 30 Januari 2019,” kata Suyono.

Pada 2019, ada lima posisi kepala dinas dan sekwan yang kosong. Yakni Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan dan Pelayanan Terpadu serta Sekwan.

Menurut SP, pergeseran jabatan hal wajar. “Sebagai langkah penyegaran,” ujar SP di Pendopo Parasamya (22/1).

Langkah tersebut juga sebagai ajang regenerasi. Sebab tahun ini, ratusan pejabat Sleman pensiun. “Dengan dilantik pada awal tahun, setidaknya bisa mengoptimalkan program kerja,” kata SP.

Tantangan pada 2019, kata dia, sangat beragam. Dia berpesan agar profesionalitas dikedepankan. Sehingga kinerja maksimal.

Posisi Kabag Humas dan Protokol ditempati Shavitri Nurmala Dewi. Dia sebelumnya Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman. Pos yang ditinggalkan Shavitri diisi oleh Aris Herbandang. Aris sebelumnya sebagai Kasubbag Kemitraan Media Bagian Humas.

Sebelumnya, Herbandang dikabarkan menjadi Humas PT PSS Sleman. Namun dia menyatakan tidak akan mengambil posisi itu. “Saya fokus di Pemkab saja,” ujar Aris. (har/iwa/fn)