JOGJA – Jumlah pendaftar calon haji (calhaj) DIJ terus bertambah. Itu berarti daftar tunggu keberangkatan ke Tanah Suci pun kian panjang. Total calhaj tercatat sampai saat ini mencapai 73.069 orang. Sementara kuota haji setiap tahunnya hanya sekitar 3.131 orang. Melihat tren tersebut, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag DIJ Sigit Warsito menyebut daftar tunggu calhaj akan selesai pada 2042. Jika dikalkulasi, kuota pemberangkatan haji pada 2042 mendatang sebanyak 2.075 orang.

“Mendaftar tahun ini berangkatnya kira-kira 23 tahun lagi,” jelas Sigit di kantornya Selasa (22/1).

Khusus jamaah usia lanjut, lanjut Sigit, ada kebijakan berbeda untuk tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, ada prioritas bagi jamaah lanjut usia 75 tahun ke atas. Sedangkan untuk tahun ini ada rencana penambahan kuota bagi jamaah usia minimal 80 tahun.

Menurut Sigit, meningkatnya jumlah jamaah haji dipengaruhi oleh kesejahteraan masyarakat. Serta kesadaran masyarakat untuk menjalankan ajaran Islam. Juga banyaknya penyedia pinjaman atau dana talangan untuk biaya haji. “Kami selalu berkoordinasi kepada penyelenggara haji resmi untuk mencegah adanya pelanggaran,” ujarnya.

Sigit berharap, akhir Januari ini biaya penyelenggaran ibadah haji (BPIH) 2019 bisa segera diputuskan oleh Kemenag RI. Sehingga calon jamaah haji bisa melakukan pelunasan maksimal Februari mendatang.

Sementara soal umrah, Kanwil Kemenang DIJ menerbitkan regulasi baru bagi calon jamaah.

Penerbitan visa harus disertai dengan tiket pulang-pergi dan rekam biometric jamaah. Hal ini guna menjaga keamanan dan kepastian keberangkatan jamaah. Sekaligus mencegah penipuan oleh penyedia jasa. (cr7/yog/fn)