PURWOREJO – Genangan air yang mengepung sebagian besar wilayah Desa Trimulyo, Grabag, Kabupaten Purworejo memaksa siswa kelas VI SDN Trimulyo harus melakukan tes uji coba (TUC) di balai desa setempat, Senin (21/1). Sekolah tempat mereka belajar tidak memungkinkan digunakan karena ruang kelasnya sedang dibersihkan pasca terendam air.

Setidaknya ada delapan siswa yang terdiri atas empat lelaki dan empat perempuan yang sedang mengerjakan TUC untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Meski tahap tes uji coba, semua dilakukan dengan serius di mana tenaga pengawasnya dilakukan secara silang. “Sekolahnya sedang dibersihkan,” kata guru pengawas, Suyati.

Menurut Suyati, pihaknya memutuskan untuk memindahkan pelaksanaan TUC di lokasi lain, karena memang di sekolah tidak memungkinkan digunakan. Kotornya ruangan dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi siswa.

“Kebetulan lokasi balai desa dan sekolah tidak terlalu jauh. Jadi anak diarahkan ke balai desa, kebetulan juga sudah ada sarana pendukungnya,” tambah Suyati seraya mengatakan di hari kedua akan dilakukan di sekolah.

Siswa SDN Trimulyo mengerjaan soal tes uji coba (TUC) di balai desa setempat.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Purworejo Wiyonoroto mengungkapkan, ada beberapa sekolah di Kecamatan Grabag dan Butuh yang terdampak genangan. Aktivitas belajar mengajar memang sempat terkendala, namun seiring surutnya air, semuanya berangsur normal. “Dalam catatan saya ada sembilan SD yang sempat terendam, tiga di Grabag dan enam di Butuh,” ungkap Wiyonoroto.

Sementara itu seiring surutnya genangan di beberapa desa yang sempat terdampak, Pemkab Purworejo memutuskan untuk menutup dapur umum yang memberikan layanan kebutuhan makanan bagi masyarakat. Hal ini hasil evaluasi yang dilakukan BPBD dan seluruh unsur yang terlibat menangani banjir Grabag dan Butuh.

Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo R Iman Tjiptadi mengungkapkan, aktivitas di tiga desa terdampak terakhir yakni Bendungan, Trimulyo, dan Rowodadi, mulai surut. Dari sekian banyak perumahan, tinggal menyisakan tiga rumah saja yang terendam.

“Kalau di luar rumah kedalaman genangan tidak terlalu tinggi. Ya, di antara 10-20 sentimeter saja. Dan aktivitas warga mulai normal,” kata Iman.

Meski tidak ada dapur umum, bantuan air bersih dan logistik bagi masyarakat masih akan diberikan. Demikian halnya dengan kebutuhan lain seperti obat-obatan.

Wakil Bupati Yuli Hastuti yang mengunjungi korban banjir di sejumlah desa di Kecamatan Butuh dan Grabag mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat. Kepedulian dari masyarakat juga dinilainya cukup tinggi. Bantuan untuk para korban mengalir, baik yang disalurkan langsung maupun BPBD Purworejo. (udi/laz/fn)