JOGJA – Wilayah DIJ termasuk kawasan yag rawan bencana. Paling tidak DIJ memiliki 13 jenis potensi bencana alam, yang paling sering terjadi adalah banjir, tanah longsor dan kekeringan. Potensi besar lainnya adalah erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi.

“Bisa dikatakan wilayah DIJ mayoritas berada di daerah rawan bencana,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantara Senin (21/1).

Menurut dia selama ini terkait dengan materi kebencanaan, sebenarnya sudah ada program Sekolah Siaga Bencana (SSB). Merupakan kerjasama antara sekolah dan BPBD. Biwara mengungkapkan dalam program SSB tersebut memberikan materi kebencanaan kepada guru. “Hal tersebut dilaksanakan agar para guru bisa menyampaikan materi kebencanaan kepada siswa,” jelasnya.

Dalam penyusunan dam diresmikan sebagai SSB, lanjut mantan Kepala Bagian Pemerintahan Bappeda DIJ itu ada proses Rapat Kerja Teknis (Rakernis). Didalamnya ada penyusunan kajian potensi ancaman bencana di sekitar sekolah, penyusunan rencana kontiyensui dan operasi, simulasi dan gladi lapangan tanggap darurat bencana.

“Kedepan kami akan meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk akselerasi pembentukan SSB. Serta untuk meningkatkan pemahaman siswa sejak TK sampai SMA tentang kebencanaan,” jelasnya.

Sementara itu Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja juga berencana akan memasukan kurikulum kebencanaan kedalam kegiatan belajar mengajar. Untuk Kota Jogja sendiri, materi kebencanaan akan diintregasikan.

Plt Kepala Disdik Kota Jogja Budi Asrori mengungkapkan materi tentang kebencanaan tersebut akan diintegrasikan melalui mata pelajaran atau ekstrakulikuler. “Harapannya dengan adanya program tersebut dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menghadapi potensi dampak bencana,” tuturnya.

Budi juga mengungkapkan dengan adanya materi ini dirasa mampu membentuk karakter para siswanya seperti gotong royong. Selain itu dengan adanya pemahaman tentang kebencanaan, sekolah juga dapat menyiapkan fasilitas penanganan bencana.

“Jadi kami akan melakukan sosialisasi kepada sekolah untuk bisa memberikan pemahaman tentang kebencanaan,” ujarnya. (cr5/pra/fn)