MAGELANG – Kementerian Pertanian RI terus berupaya menyukseskan program nasional swasembada pangan. Dalam rangka menyongsong Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Irjen Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan Ak MAcc CA QIA mengatakan, fokus utama program swasembada pangan diawali dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sebagaimana rencana kerja 2019, melalui program pengembangan infrastruktur dan korporasi petani. Untuk percepatan peningkatan produksi dan ekspor pangan. Serta peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

Strategi penguatan SDM pertanian di era industry dibagi menjadi tiga poin utama. Yakni penyuluhan;  pendidikan dan pelatihan; serta precision farming, smart farming, dan digital farming. “Targetnya satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40 ribu kelompok tani milenial,” ujar Justan saat berkunjung di kampus Politeknik Pembangunan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) di Tegalrejo, Magelang, Sabtu (19/1).

Untuk mewujudkan pencapaian program, sambung Justan, diperlukan penguatan integritas. Nah, dalam rangka penguatan integritas Kementerian Pertanian memiliki jurus jitu. Berupa Gerakan Revolusi Mental Protani. Dengan semangat deklarasi mewujudkan produksi tunas integritas untuk memberantas pungli pada program dan pelayanan pertanian.

“Untuk mewujudkan lumbung pangan dunia 2045 butuh semangat Protani. Sekaligus mewujudkan cita-cita nasional menuju good governance and clean government melalui pembangunan dan penguatan integritas program pertanian,” tutur Justan. (*/yog/ila)