BANTUL – Embung Potorono terus dibenahi. Lantaran berbagai fasilitas di embung yang terletak di Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, ini masih minim. Yang paling mencolok adalah tempat ibadah dan MCK (mandi cuci kakus). Meski, berbagai pihak telah menggelontorkan bantuan pembangunan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bagian Embung Potorono Ali Qosim mengakui Embung Potorono memang telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang. Seperti gazebo, warung kuliner, hingga MCK. Namun, khusus MCK masih butuh tambahan. Menyusul tingginya tingkat kunjungan.

”Tempat ibadah juga perlu,” jelas Ali saat ditemui di Embung Potorono Minggu (20/1).

Di antara instansi yang cawe-cawe dalam pembenahan adalah Dinas Pariwisata (dispar) Bantul. Dengan memberikan paving block. Rencananya, paving block ini bakal dipasang di area embung. Agar membuat pengunjung semakin betah.

Menurut Ali, Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ juga mengalokasikan anggaran Rp 900 juta pada 2019. Untuk proyek perbaikan embung tahap kedua.

”Semoga (perbaikan embung, Red) membawa dampak perekonomian bagi warga sekitar,” harapnya.

Berbagai pembangunan embung itu, Ali menyebut sebagai upaya untuk mendukung Desa Potorono. Di mana saat ini berstatus sebagai rintisan desa wisata.

”Setiap akhir pekan ribuan pengunjung memadati embung. Seperti hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebutkan, ada empat embung di Bumi Projotamansari yang disulap menjadi destinasi. Yakni, Embung Potorono, Ngembel, Samarseto, dan Julantro. Tujuannya, agar embung tidak sekadar berfungsi sebagai penampung air. Lebih dari itu, juga sebagai destinasi agar bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar.

”Setiap potensi harus benar-benar bisa dimanfaatkan. Tak terkecuali embung,” tambahnya. (cr7/zam/fn)