MUNGKID – Rangkaian Borobudur Marathon 2018 Powered by Bank Jateng ditutup dengan Borobudur Fun Run yang mengambil start dan finis di Lapangan Kujon, Borobudur, kemarin. Hujan tidak menyurutkan para atlet lokal yang berasal dari siswa 33 sekolah dan warga 19 desa di Kecamatan Borobudur untuk menyelesaikan lari berjarak 5 Km.

Tidak ada pemenang lomba dalam kegiatan itu, tetapi tetap mengikuti standar lomba lari dengan adanya water station, marshall, dan ambulans sepanjang lintasan lari. “Even ini memang dikhususkan kepada warga dan anak-anak sekolah, yang kemarin begitu antusias menyukseskan Borobudur Marathon 2018,” kata HM Event Kompas Lukminto Wibowo.

Menurutnya, panitia Borobudur Marathon 2018 pada November 2018 lalu sangat mengapresiasi keramahan warga sekitar dalam gelaran internasional itu. Terutama warga Borobudur, yang telah menyambut para pelari dengan sebaik-baiknya dan meriah, berupa sorak-sorai, musik, dan tari di sepanjang lintasan. Tidak hanya kesenian, mereka juga menyediakan makanan dan minuman untuk para pelari.

“”Ini sebagai wujud rasa terima kasih kami atas kesediaan warga jalannya ditutup. Kemudian turut menyambut para pelari yang melintasi kampung mereka dengan antusias dan ramah. Karena itu, kami bikin Fun Run 5 Kilometer,” tutur Lukminto.

Ketua Yayasan ‎Borobudur Marathon Liem Chie An mengatakan, Borobudur Marathon 2018 adalah salah satu perayaan besar yang terwujud berkat kerja sama banyak pihak. Terutama warga Borobudur yang menjadi tuan rumah dan telah menyambut para pelari dengan sebaik-baiknya. Di mana saat ini Boroudur Marathon 2018 menjadi event lari terbaik di Indonesia.

“Even ke depan akan kami bikin lebih meriah lagi. Tentu agar ada dampak perekonomian bagi warga, mulai dari homestay, angkutan, oleh-oleh, dan lainnya,” ujarnya.

Pihak Bank Jateng yang diwakili Sekretaris Perusahaan Suharto membenarkan bahwa even maraton itu berdampak positif di Borobudur, Magelang, dan Jawa Tengah. Apalagi panitia bersinergi dengan warga, mendorong perekonomian desa-desa di Borobudur turun.

“Dalam hitungan kami, perputaran uang hingga Rp 12 miliar. Bank Jateng akan terus mendukung kegiatan ini, karena terbukti mampu mendongkrak perekonomian,” jelasnya.

Sementara itu, Agna Arrozak siswa Kelas V SD Muhammadiyah 1 Borobudur mengaku datang dengan 25 temannya lainnya. Dia diseleksi oleh sekolah untuk mengikuti kegiatan itu. “Seneng karena ramai. Jika kemarin acara lari diikuti orang luar, kini giliran kami mencoba jalur lari itu. Jadi lebih bersemangat ternyata,” tandas Agna. (dem/laz/fn)