SLEMAN – New Yogyakarta International Airport (NYIA) diyakini mampu beroperasi April 2019. Demikian keyakinan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi Minggu (20/1).

Dikatakan Budi, pembangunan NYIA sudah mencapai 60 persen. “Beroperasinya bandara pada April bukan satu-satunya tujuan kami. Tapi selalu kami upayakan,” kata Budi di Stadion Maguwoharjo (20/1).

Dikatakan, permintaan tinggi akan penerbangan internasional menjadi pendorong beroperasinya NYIA. Secara bertahap, pemerintah terus membenahi akses menuju bandara di Kulonprogo itu.

Rencana pembangunan jalan tol misalnya. Diakui Budi masih perlu pengkajian. Tak hanya dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tetapi juga Pemerintah Daerah DIJ.

Sementara, kereta api dan shuttle bus menjadi transportasi yang bisa digunakan menuju NYIA. “Kereta api kami skenariokan. Belum ada (kereta) yang dari Kedundang bisa langsung menuju lokasi (NYIA),” kata Budi. Penumpang bisa menggunakan kereta dari Stasiun Wojo.

Alur menuju NYIA, dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Wojo. Kemudian menggunakan shuttle bus ke NYIA. “Itu temporarily. Nanti biar KAI bekerja sama dengan Damri,” katanya. Budi berharap jalan tol menuju bandara terwujud 2020.

Budi mengatakan pembangunan bandara tidak sekadar infrastruktur penerbangan. Adapula akses jalan dan transportasi hingga rute maskapai penerbangan. Rencananya stasiun bandara baru beroperasi 2020.

“Sehingga tidak hanya fokus pada bangunan utama bandara,” ujar Budi.
Stasiun bandara tidak hanya sekadar perlintasan. Juga menjadi persinggahan kereta api dari Surabaya, Madiun, Solo, Purwokerto dan tujuan lain. Sehingga memungkinkan rute di luar Jogjakarta yang langsung menuju bandara.

“Untuk formatnya (stasiun) nanti mirip dengan Bandara Soerkarno Hatta. Tapi keretanya tetap jenis kereta api. Bukan yang seperti di Soekarno Hatta,” jelasnya.

Budi juga menjawab kekhawatiran bencana tsunami menerjang NYIA. “Sudah diperhitungkan, termasuk mitigasinya. Ketinggian bangunan floor to floor delapan meter,’’ kata Budi.

Lalu di daerah pesisir akan ditanami pohon. Adapula gundukan yang mampu meredam kekuatan tsunami. Ditambah alat peringatan dini di sepanjang pesisir.
Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I, Faik Fahmi tetap optimistis NYIA bisa beroperasi April 2019. Meski secara teknis belum bisa menampung semua rute penerbangan secara maksimal. Beberapa penerbangan internasional telah konfirmasi atas keberadaan NYIA.

“Pak menteri ada unsur kehati-hatian cuaca. Terjadi hujan akan mempengaruhi operasional kerja (pembangunan). Kalau minat maskapai sudang ada, mulai Malaysia, Singapura bahkan Timur Tengah. Rata-rata pesawat berbadan besar dan rutenya internasional,” kata Faik. (dwi/cr9/iwa/fn)