SLEMAN-Celebration game besok menjadi laga istimewa bagi Ikhwan Ciptady dan Asyraq Gufron. Bagaimana tidak, mereka akan berhadapan dengan kawan-kawan di klub yang turut membesarkan namanya, Persis Solo.

Karena itulah, Ikhwan dan Asyragmemaknai ajang kali ini untuk merekatkan kembali persahabatan dengan kawan-kawan seperjuangannya di klub tersebut. “Jadi ajang silaturahmi,” jelasnya.

Ia memutuskan untuk bergabung dengan PSS Sleman saat klub ini masuk 8 besar Liga 2 musim lalu. Keduanya menjadi lini andalan yang membendung serangan lawan. Bahkan, selama lini belakang Persis Solo mereka kawal, menjadi klub yang paling sedikit kebobolan.

Tidak heran PSS Sleman kepincut dengan ketangguhannya. Dengan keterampilannya, dia termasuk yang menghantarkan PSS Sleman meraih gelar juara Liga 2. Ia pun berharap dapat bermain kembali di Liga 1.

Ia mengaku sempat khawatir tidak mampu beradaptasi. Namun, ternyata rekan-rekan barunya di PSS Sleman sangat terbuka sehingga tidak butuh waktu lama mengikuti pola permainan klub ini. Selain itu, dia juga mengakui kemampuan Seto Nurdiantoro yang mampu memberi ruang yang cukup agar Ikhwan dapat beradaptasi dengan cepat.

Sekalipun sebagai ajang silaturahmi, dia tetap berusaha maksimal untuk PSS Sleman. “Saya tetap akan profesional. Mengusahakan yang terbaik untuk PSS,” ungkapnya.

Ia menolak untuk membandingkan PSS dan Persis. Menurutnya, kenyamanannya sama saja. Hanya saja dia tidak memungkiri gaya kepemimpinan pelatih dalam membina pemain memang berbeda. (cr10/din/fn)