PURWOREJO-Puluhan warga Desa Wironatan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo terpaksa dibawa ke tempat pengungsian di dua tempat sejak Rabu (16/1). Mereka ditempatkan di sejumlah lokasi di Jalan Raya Kutoarjo-Kebumen. Dua di antara para pengungsi ini ditempatkan di Puskemas Butuh karena sakit.

Mereka diungsikan lantaran permukiman mereka terdapat tergenang air cukup tinggi. Ini sebagai dampak hujan deras dengan intensitas tinggi dan sejak Kamis pagi.

Marwanto, 64, warga RT 2 RW 1 menuturkan jika warga sebenarnya telah mewaspadai terjadinya kemungkinan terjadinya genangan. Dan biasanya air akan sampai di wilayah Wironatan sekitar 5-6 jam sejak terjadinya hujan deras.
Memang benar, menjelang sore debit air di Gebang Kecil mulai tinggi. Padahal air di pemukiman juga cukup banyak karena adanya hujan di beberapa tempat.

“Selama ini pun, wilayah kami mendapat kiriman air dari wilayah Pituruh,” ungkap Marwanto.

Ditambahkan tidak semua warga mau dibawa ke tempat pengungsian, karena kejadian itu sering terjadi di desanya. Beberapa warga yang masih muda bertahan di rumah, sementara yang dibawa ke pengungsian adalah lansia dan anak-anak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Hery Susanto menuturkan mengungsikan warga memang menjadi hal yang harus ditempuh. Pihaknya memberikan fasilitasi berupa perahu yang mengunjungi setiap rumah yang terendam air cukup besar.

“Kami memahami dan tidak memaksa bagi warga yang menolak. Karena pemahaman mereka, air juga akan surut karena hanya genangan,” kata Hery.

BPBD Purworejo bersama Dinas Sosial Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan Anak (Dinsos PPA) membuka dapur umum di tempat pengungsian. Keberadaaanya untuk memroduksi nasi bungkus yang digunakan untuk pengungsi dan warga lain.

Jadi setiap datang jam makan, petugas akan menyisir dan mendatangi kembali rumah warga untuk mendistribusikan nasi bungkus. Selain itu kita juga memberikan bantuan paket logistik. “Berupa alat mandi dan peralatan lainnya,” imbuh Hery.

Akibat adanya genangan di wilayah Butuh tersebut mematikan akses jalan di Wironatan yang selama ini menjadi jalur alternatif warga yang hendak ke Pituruh. Genangannya cukup tinggi hingga pinggang orang dewasa. Dan hingga siang kemarin ketinggiannya masih stabil dan belum banyak surut.

Akses jalan nasional Purworejo-Kebumen di wilayah Butuh juga tersendat. Kendaraan harus sabar memanfaatkan jalur jalan karena masih ada air yang melintas di jalan raya.

Hery menuturkan setidaknya ada 15 desa yang tersebar di Kecamatan Butuh, Grabag, dan Ngombol yang tergenang. Di kawasan yang lain, pihaknya juga menyalurkan beragam bantuan bagi masyarakat terdampak. (udi/din/fn)