SLEMAN- PSS Sleman menjamu Persis Solo di ajang celebration game di Stadion Maguwoharjo, besok (19/1). Laga ini sekaligus akan dijadikan manajemen PSS Sleman untuk perkenalan sistem pengamanan penonton.

CEO PT PSS Sleman Soekeno menjelaksan, pihaknya memang telah berencana membuat pengamanan yang ketat di ajang ini. Dia menginginkan menjadi pelopor pengamanan suporter bola di Indonesia.”Modelnya seperti apa, bisa dilihat nanti,’’ jelasnya.

Nantinya, koordinator suporter disiagakan di antara para suporter PSS Sleman dan Persis Solo. Mereka bertugas memantau pergerakan masing-masing suporter. Nah, jika ada hal-hal yang dicurigai memancing kerusuhan, mereka tahu apa yang harus dilakukan.”Kami juga berharap masing-masing suporter bisa menjaga diri,’’ harapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSS Sleman Tri Mulyanta menjelaskan, berbagai hal akan diupayakan untuk mengamankan jalannya pertandingan ini. Sebanyak 500 personel gabungan yang terdiri dari polisi, tentara, dan petugas lain dikerahkan pada pertandingan yang akan dihelat mulai pukul 15.30 ini.

ADU KUAT: Pemain PSS Sleman Ikhwan Ciptady (kanan) berduel dengan pemain Madura FC Mohammad Choirul dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11). Ikhwan menjadi benteng kokoh bagi PSS Sleman. (Radar Jogja File)

Pengamanan tidak hanya dilakukan saat pertandingan berlangsung. Saat suporter dari Solo mulai masuk Jogja akan dilakukan pengamanan. Koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian di Klaten yang dilewati suporter Persis Solo,” jelasnya.

Kedua tim terakhir bertemu pada 2013 silam. Kala itu, sempat terjadi kericuhan antarsuporter. Nah, untuk mencegah kasu serupa agar tidak terulang, pihak panpel sudah berkoordinasi dengan koordinator masing-masing suporter.

Laga ini sekaligus merekatkan kembali persaudaraan kedua belah klub yang sempat menegang. Harapannya semua bisa berjalan dengan baik dan kerusuhan tidak terjadi. “Sehingga persaudaraan kembali terjalin,” harapnya. (cr10/din/fn)