JOGJA – Askot PSSI Jogjakarta mendorong stakeholder sepak bola untuk bekerja sama dan kooperatif dengan Satgas Antimafia Bola. Hal itu untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik. Askot PSSI Jogja bersikap setelah melihat dinamika sepak bola nasional belakangan ini.

”Kompetisi liga sudah usai tapi muncul berbagai dinamika, ini mengundang keprihatinan Askot PSSI Jogjakarta. Kepolisian yang menunjuk satgas menyelesaikan di sepakbola tanah air perlu didukung. Askot mendukung langkah yang diambil kepolisian,” kata Ketua Askot PSSI Jogja M. Irham kepada wartawan, Jumat (18/1).

Pihaknya berharap, adanya perbaikan sepak bola Indonesia lebih baik profesional tanpa ada praktik mafia. Dengan informasi tersebut, menjadi dasar sepenuhnya langkah kepolisian. Sehingga kasus dugaan mafia dan pengaturan skor yang berkembang belakangan ini dapat dibuka lebar.

“Mengajak perangkat pertandingan dan stakeholder sepak bola, ini momen yang pas untuk perubahan lebih baik. Bisa membantu dan kooperatif dengan Satgas Antimafia Mabes Polri. Kami akan membantu satgas apa yang dibutuhkan, perangkat pertandingan yang lain juga membantu tugas satgas,” tuturnya.

Termasuk dinamika kasusnya yang sudah mengarah ke polemik hukum, Askot mendorong untuk bekerjasama kooperatif. Segala informasi dan keterangan yang dibutuhkan satgas berguna untuk perbaikan sepakbola Indonesia. (riz/ila/fn)