SLEMAN – Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 April mendatang, warga binaan Lapas Kelas IIB Sleman akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lapas yang akrab disebut Lapas Cebongan itu.

Jumat pagi (18/1) sebanyak 196 warga binaan mengikuti sosialisasi Pemilu 2019. Sosialisasi diutamakan pada dua hal, yakni tata cara memilih dan proses pindah pemilih menggunakan form A5.

Ketua Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, wilayah Sleman cukup istimewa dalam komposisi pemilih. Karena banyaknya kampus, pesantren, dan lain-lain. Bahkan sejumlah warga binaan di Lapas Cebongan tidak ber-KTP dan bukan warga Sleman.

”Karena itu kami yang jemput bola agar mereka bisa memilih dengan form A5, lalu mereka bisa masuk dalam DPT,” ungkapnya.

Dilakukan pula pendaftaran bagi warga binaan yang masih terdaftar di TPS lain. Agar bisa memilih di TPS Lapas Cebongan.

Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas II B Sleman Erik Murdiyanto menyebutkan, saat ini baru 166 orang yang siap dimasukkan ke DPT. Sebanyak 74 orang sudah terdata dan 92 orang belum terdata. Jumlah tersebut merupakan warga binaan yang sampai 17 April masih berstatus penghuni lapas.

Warga binaan yang belum terdata diminta untuk mengirimkan KK atau KTP dari keluarga mereka melalui email. Karena sebagian berasal dari luar DIJ.

”Yang kami sampaikan, turun ke blok dan infokan ke keluarga untuk mengirimkan KK dan KTP via email Lapas Sleman atau pos, mereka bisa terakomodir untuk bisa memilih,” jelasnya.

Daftar calon pemilih tersebut dibagi menjadi tiga kategori. Yakni memiliki e-KTP dan KK, memiliki KK saja tapi belum rekam e-KTP, dan yang belum memiliki keduanya.

Erik menambahkan, hingga Jumat (18/1) tercatat jumlah warga binaan di Lapas Cebongan sebanyak 295 orang. Terdiri dari 116 tahanan dan 179 nara pidana. Jumlah tersebut dinyatakan overcrowded 40 persen karena daya tampung lapas hanya 196 orang. (tif/ila)