JOGJA- Wajah semringah menghiasi wajah Gayuh Satrio. Atlet catur penyandang disabilitas asal Kota Jogja ini mendapatkan bonus paling banyak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja yang diserahkan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Purwadi, Kamis (17/1).

Gayuh menerima total Rp 27 juta untuk tiga medali yang dia dapat di ajang Asian Paragame 2018 lalu. Selain Gayuh, atlet-atlet lain yang menerima bonus adalah Ade Candra Rahmawan (bola voli pantai) peraih medali perak Asian Game. Kemudian Gilang Ramadhan (bola voli pantai) peraih medali perunggu.
Cally Setiawan, pelatih panjat tebing peraih emas. Sulthoni Sulaiman, pelatih panjat tebing peraih emas. Koko Prasetyo Darkuncoro, pelatih voli pantai peraih perak. Ada juga Bimo Triardi Wijaya selaku pelatih Gayuh Satrio.

Ade mendapatkan Rp 15 juta. Gilang Ramadhan Rp 10 juta, Cally Rp 5 juta, Sulthoni Rp 5 juta, dan Koko Rp 3,5 juta. Sedangkan Gayuh Satrio mendapat total Rp 27 juta untuk tiga medali yang didapatnya. Kemudian Bimo mendapatkan Rp 10,5 juta. Cally mengungkapkan kegembiraannya atas penghargaan ini. “Itu artinya kami diperhatikan. Dengan begitu dunia olahraga, khususnya di wilayah kota bisa berkembang,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan bonus yang diberikan diharapkan bisa memotivasi para atlet dan pelatih untuk meningkatkan prestasi di ajang selanjutnya.

HP mengungkapkan, pemkot tidak hanya memberikan bonus pada atlet, tapi juga pelatih karena telah berperan penting dalam menorehkan prestasi.

“Mereka telah bekerja siang malam agar anak didiknya dapat berlaga secara maksimal. Sudah selayaknya mereka mendapat bagian,” jelasnya.

Penghargaan semacam ini telah dilakukan oleh pemkot berulang kali. Dari mulai kejuaraan di tingkat daerah, nasional, sampai internasional disiapkan bonus. (cr10/din/fn)