Teknologi robotik terus berkembang. Meski rumit, membuat robot ternyata bisa menjadi sarana belajar alternatif bagi anak-anak. Unik dan menarik.

FAIRIZA INSANI, Jogja

SIANG itu puluhan siswa sekolah dasar di Kota Jogja tampak semringah. Saat mengikuti workshop robotik. Mereka sangat antusias mengikuti momen bersama tim Macquarie University, Australia. Para siswa kelas 4,5, dan 6 itu terlibat aktif. Merakit robot. Setelah menyimak penjelasan dan instruksi para trainer. Dengan seksama. Sambil sesekali bersenda gurau. Sehingga suasana lebih meriah. Beberapa anak bahkan sempat bersorak. Robot rakitan mereka berfungsi. Bisa bergerak. Tak pelak suasana Taman Pintar Jogja siang Rabu (16/1) lebih riang. Dari hari biasa.

Workshop juga melibatkan siswa SMP. Saat itu diperkenalkan robot Raspberry Pi-Edison dan SiRobo. Edison dibawa dari Australia. Sedangkan SiRobo merupakan karya anak bangsa. Pengenalan teknologi robot tak hanya hari itu.

Salah satu robot ciptaan siswa SD peserta workshop di Taman Pintar Jogja.

Selama sebulan para siswa akan diajari memprogram robot. Juga menguji robot-robot karya mereka sendiri. “Robot yang telah diuji coba kemudian dilombakan dalam Mini Robotic Contest,” ujar Koordinator Pelaksana Workshop Robotik Pradipta Ratu Kinasih.

“Pemenang lomba nantinya mendapat hadiah dari Taman Pintar,” lanjut mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada itu.

Trainer dari Macquarie University pun masih berstatus mahasiswa. Kali ini yang hadir adalah Johan Gunawan. Dia datang bersama seorang dosen dan dua rekannya. Dengan sabar para trainer memberikan instruksi pemrograman robot kepada anak-anak.

Meski terkendala bahasa, hal itu tak menyurutkan semangat anak-anak dan para trainer. “Kami justru sangat gembira. Meski anak-anak kadang kehilangan konsentrasi beberapa menit. Tapi ya begitulah anak-anak. They enjoy something different,” ungkap Johan.

Untuk memudahkan pemahaman pada peserta workshop, trainer membagikan buku panduan berbahasa Indonesia.

Para trainer akan berada di Jogjakarta hingga 8 Februari mendatang.
Total ada 27 sekolah yang mengikutkan siswanya pada pelatihan tersebut.

Pelatihan robotik bagi siswa SMP satu langkah lebih maju. Semula hanya berlatih pemrograman menggunakan komputer. Kini menggunakan telepon pintar berbasis Android. “Trainer dari Australia yang menjelaskan pemrograman melalui HP Android itu,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Afia Rosdiana.

Ini adalah kerja sama kali ketiga dengan delegasi Negeri Kanguru tersebut. Setiap tahap kerja sama selalu diisi inovasi baru. Lintasan dan tatangan di arena robot, misalnya. Lebih variatif dibanding tahun sebelumnya.

Rancangan materi pelatihan secara khusus diberikan dengan empat tingkat kesulitan.

Ya, lewat workshop robotic bukan saja rasa cinta pada dunia sains yang ditanamkan pada anak. Lebih dari itu untuk mamacu kreativitas generasi muda. “Itu sejalan dengan visi kami sebagai wahana ekspresi, apresiasi, dan kreasi sains terbaik se-Asia Tenggara,” ujar Afia. (yog/fn)