PURWOREJO- Keberhasilan Purworejo memperoleh penghargaan Adipura 2018, dirayakan bersama pejabat Pemkab dan masyarakat Purworejo. Terutama dengan pasukan ungu atau petugas kebersihan di Purworejo. Bahkan Bupati menjanjikan peningkatan kesejahteraan.

“Tidak ada gunanya, dapat Adipura kalau bayare tidak ada mundak (tidak ada gunanya, kalau mendapat adipura kalau pendapatannya tidak ada kenaikan,red),” kata Bupati Agus Bastian di hadapan sekitar 250 pasukan ungu yang diajak makan bersama di Pedopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/1).

Pasukan ungu yang menjadi garda terdepan kebersihan dan keindahan Purworejo dijanjikan mendapatkan peningkatan kesejahteraan. Bupati menilai bukanlah hal yang layak jika pasca mendapatkan hadian Adipura, mereka tidak mendapatkan perhatian. Sontak ungkapan penutup dari sambutan Bupati itu mendapat aplaus panjang dari para pasukan ungu yang sebagian besar merupakan pekerja harian lepas (PHL) tersebut. Dalam kesempatan itu pula, Agus menyerahkan bonus bagi seluruh PHL yang diserahkan secara simbolis.

Kegiatan makan siang bersama ini sendiri menjadi bentuk syukur Agus dan jajarannya atas raiha penghargaaan Adipura 2018 yang diterima Purworejo Senin lalu. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Yuli Hastuti, Ketua DPRD Luhur Pambudi Mulyono, Ketua Kejaksaan Negeri Alex Rahman, Kapolres AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, Dandim 0708 Letkol Inf Muhclis Gasim, Ketua Pengadilan Negeri Sutarno, Ketua TP PKK Fatimah Verena Prihastyari serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Agus menambahkan jika penghargaan itu layak diberikan kepada para pasukan ungu yang berada di garis terdepan untuk menciptakan Purworejo yang bersih dan indah. Dia juga mengajak seluruh pasukan untuk meningkatkan kinerjanya agar Adipura bisa kembali diperoleh di tahun mendatang. “Harus memiliki harapan untuk bisa mendapatkan Adipura Kencana dimana penghargaan ini diberikan kepada daerah yang bisa mendapatkan Adipura selama tiga tahun berturut-turut,” kata Agus.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purworejo Al Bambang Setyawan mengatakan jika makan bersama ini rencananya akan dilakukan di gasebo Alun-alun Purworejo. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan karena hujan, kegiatan dipindah ke Pendopo. Rencana awal untuk lesehan juga berubah karena sebelumnya di Pendopo digunakan untuk pertemuan anggota PKK.

“Kami memang memberikan klasifikasi upah bagi para para pasukan ungu di Purworejo. Ada PHL tidak terlatih yang mendapatkan Rp 48.000/hari dan PHL terlatih sebesar Rp 58.000/hari,” kata Bambang.

Diungkapkannya jika saat ini pihaknya mengajukan kenaikan upah bagi PHL kebersihan. Pengajuannya adalah Rp Rp 5.000 per orang per hari pada tahun 2020 mendatang. Upaya menaikan gaji itu juga pernah dilakukan pada tahun 2017 dengan besaran Rp 3.000 per hari untuk masing-masing pekerja. (udi/pra/fn)