BANTUL – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Maya Sintowati Pandji mengklaim jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) turun drastis pada 2018. Hingga Oktober 2018 hanya 85 kasus. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding 2017. Di mana mencapai 538 kasus. Apalagi jika dibandingkan pada 2016. Yang mencapai 2.442 kasus.

”Kasus pasien yang meninggal juga nihil,” jelas Maya, sapaannya, di kantornya, Rabu (16/1).

Penurunan ini, Maya menengarai, di antaranya karena kesadaran masyarakat perihal pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) meningkat. Masyarakat sadar bahwa perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti dipengaruhi lingkungan.

”Masyarakat juga langsung periksa diri ke dokter bila merasakan sakit,” ucapnya.

Penerapan PHBS, kata Maya, dengan menerapkan 3M. Yakni, menutup bak, mengubur botol atau barang bekas, serta menguras tempat penampungan air. Ketiga cara ini meminimalisasi perkembanganbiakkan jentik nyamuk.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bantul Sriwahyu Joko Santoso menambahkan, penurunan kasus DBD berbanding lurus dengan sebarannya. Pada 2017, misalnya, Kecamatan Kasihan, Sewon, dan Banguntapan mendominasi. Pada 2018 merata di seluruh kecamatan.

”Merata dan jumlahnya minim,” tambah Okky, sapaannya, menyebut bahwa ada enam laporan warga menjadi suspect DBD pada 2019. (cr6/zam/fn)