SLEMAN – Pengalihan arus Underpass Kentungan hanya berlangsung beberapa detik. Penyebabnya, ruas jalan sisi selatan ambrol saat uji coba penutupan, kemarin. Sebuah truk melintas. Akibat beban berlebih, jalan ambrol sepanjang satu meter.

Mengakibatkan pembangunan Underpass Kentungan diundur Jumat (18/1). Akhirnya, diputuskan jalur cepat kembali dibuka. Jalur lambat yang awalnya sebagai perlintasan kembali ditutup.

“Kami menyebut area itu zona 1. Awalnya sudah inspeksi hingga perbaikan untuk perlintasan. Ternyata ada beberapa titik yang memerlukan penanganan lebih,” jelas PPK Jembatan Kretek II dan Underpass Kentungan cs, Sidik Hidayat (16/1).

Lokasi ambrol merupakan bekas galian pipa PDAM. Meski bagian atas terlihat keras, sisi dalam tidak kuat. Bahkan di beberapa lokasi ada titik rembesan dan berlubang.

Sidik menduga, amblesnya jalan akibat guyuran hujan. Intensitas hujan, berdampak pada kekuatan tanah. Apalagi masih ada celah dan lubang bekas garapan galian pipa PDAM. Bekas galian tersebut pun dibongkar.

Timnya langsung bergerak. Lokasi ambrol langsung diperbaiki. Tidak hanya dibongkar, tapi juga pengerasan. Langkah terakhir adalah pembetonan jalan sebagai perlintasan kendaraan.

“Tapi tetap koordinasi dengan instansi pemilik (PDAM). Adanya kejadian ini, otomatis waktu pengerjaan (Underpass Kentungan) juga mundur,” ujar Sidik.
Dia juga akan memetakan arah aliran air. Ini guna mendeteksi rembesan yang masuk ke tanah. Langkah ini sebagai antisipasi kerusakan jalan pascapengalihan arus dibuka.

“Target pengerjaan dua hari ke depan rampung. Jadi kami tutup lagi jalannya. Untuk penggarapan optimalkan hingga dinihari,” kata Sidik.

Kendala lain, Sidik menyinggung masih adanya papan reklame yang menjorok ke jalan. Adapula penyempitan jalan di ruas jalan sisi utara. Karena ada videotron dan tiang alat pemberi isyarat lalu lintas.

“Papan reklame sudah ada imbauan, tapi masih ada yang belum digeser. Untuk videotron dan APILL sudah koordinasi dengan instansi terkait, sebulan ke depan akan dipindah,” ujar Sidik.

Kasatlantas Polres Sleman, AKP Faisal Pratama siap melakukan rekayasa dan manajemen jalan. Meski ada penundaan, skema pengalihan arus telah disiapkan. Mulai dari sisi timur, barat, utara, dan arah kendaraan dari Kota Jogja.

Ruas jalan untuk pengalihan diakui sempit. Bahkan kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan rendah. Mulai kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat dan Trans Jogja.

“Lebar jalan hanya 2,6 meter. Sehingga kendaraan besar tidak dimungkinkan lewat. Rencananya hari ini (kemarin) memang trial. Kalau sukses, akan diterapkan secara evaluatif,” kata Faisal.

Di satu sisi, jajarannya juga tidak mempersoalkan mundurnya rekayasa jalan. Karena telah ada skema dan skenario pengalihan arus. Prediksi awal, puncak arus kendaraan saat weekend (Jumat, Sabtu dan Minggu).

Pihaknya telah mengantisipasi penumpukan kendaraan. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan ATCS Dishub DIJ. Akan ada rekayasa durasi APILL untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Weekend ini menjadi percontohan penerapan rekayasa. Karena itu sedang padat-padatnya arus kendaraan.

‘’Koordinasi ATCS untuk mengubah timer traffic light. Tapi adapula penarikan manual (personel lapangan) apabila ada kemacetan,” jelasnya. (dwi/iwa/fn)