PURWOREJO-Hujan deras yang seharian mengguyur sebagian wilayah Purworejo Rabu (16/1) membuat wilayah kecamatan Butuh terendam.Tidak   sampai terjadi bencana besar, namun memunculkan genangan yang besar yang ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa.

Camat Butuh Wasith Diono mengungkapkan, tiga aliran sungai besar yang melintas di Kecamatan Butuh, yaitu Sungai Gebang, Sungai Dlangu dan Butuh debitnya cukup besar.

“Bisa dikatakan antara 50-60 persen wilayah di Butuh mengalami genangan. Di beberapa tempat yang letaknya lebih rendah, air juga masuk ke permukiman,” kata Wasith.

Curah hujan yang cukup tinggi sejak pagi hari memang terus diwaspadai pihaknya. Selama ini kecamatan yang dipimpinnya kerap menjadi langganan banjir. Apalagi Saluran Gebang yang posisinya berada di atas permukiman warga.

“Untuk Saluran Gebang memang terus kami lakukan pantauan karena debitnya cukup tinggi dan banyak kawasan yang posisi rumahnya lebih rendah,” tambahnya.

Kondisi itu diperparah adanya potensi tanggul jebol di Desa Kunirejo. Itu mendorongnya mengajak masyarakat untuk melakukan penebalan tanggul. Pihaknya juga memprediksi ada air kiriman dari wilayah Wonosobo yang belum sampai di saluran Gebang.

“Biasanya memang seperti itu, saat terjadi hujan yang merata, air kiriman dalam intensitas besar datanya cukup panjang antara 4-5 jam,” imbuh Wasith.

Terpisah, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengungkapkan, selain Butuh, wilayah lain yang sempat muncul genangan ada di Kecamatan Pituruh dan Ngombol. Hanya saja untuk Ngombol meskipun ketinggian di luar rumah mencapai panggul orang dewasa namun tidak sampai masuk rumah.

“Di Ngombol tempatnya di Wingko, rumah warga sudah ditinggikan. Jadi tidak ada air yang masuk rumah,” kata Sigit.

BPBD terus melakukan pantauan di wilayah Kecamatan Butuh tepatnya di Kunirejo yang tanggul sungainya berpotensi jebol. “Kami terus lakukan pantauan bersama masyarakat dan ada upaya untuk memperkuat tanggul,” imbuh Sigit. (udi/pra/fn)