KEMAJUAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang sangat pesat di Era Globalisasi sekarang ini. Kemudian semakin melesat jauh setelah ditemukannya internet dengan berbagai kemudahan bagi penggunanya.

Hal ini tentunya mempengaruhi seluruh sektor kehidupan. Salah satunya adalah ranah nasionalisme di medsos. Oleh karenanya, perlu adanya peningkatan sadar nasionalisme di medsos guna menghadapi gempuran-gempuran yang dapat mengikis atau merusak bangunan nasionalisme kita. Mengingat, telah kita ketahui bahwa medsos dewasa ini ibarat dua mata pisau. Satu sisi dapat bermanfaat baik, akan tetapi di sisi lain dapat berdampak buruk.

Dampak buruk seperti ujaran kebencian, politik adu domba, propaganda, dan tindakan provokatif lainnya harus kita gerus, digantikan dengan menebar ujaran konten-konten yang dapat menguatkan nasionalisme seperti pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, sejarah nasional, pendidikan kebangsaan, ujaran kasih sayang, dan ujaran kedamaian.

Untuk itu perlu adanya suatu narasi besar di dunia medsos atau komunitas medsos yang giat menebar sadar nasionalisme, diantaranya dengan mengusung term “Digital-Nationalism” yang secara masif menyebarkan konten-konten sadar nasionalisme di ruang medsos.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menabur nasionalisme di medsos. Hal yang terpenting ialah bagaimana bermedsos secara bijak. Dengan perilaku bijak di medsos, akan berpengaruh signifikan serta berkontribusi besar dalam memutus derasnya peredaran berita hoax, fitnah, ujaran kebencian, propaganda, ataupun tindakan anti-nasionalisme lainnya. Intinya, sudah saatnya medsos menjadi agent of change dengan usernya yang bijak, dalam membangun nasionalisme.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet dan Pusat Kajian Komunikasi UI, menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada 2015 menembus angka 88,1 juta. Dari total pengguna itu 49% dikuasai generasi Y (1977-1997) dan Z (1998-sekarang).

Oleh karena itu, peranan generasi muda sangatlah penting. Sebagaimana Kasubdit Penyediaan Informasi, Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Nursodik Gunarjo (27/9/2017) mengungkapkan, generasi muda merupakan ujung tombak penangkal bertebarnya konten-konten negatif di era digital saat ini. Lebih lanjut, Gunarjo mengatakan bahwa generasi muda dapat berperan besar dalam membangun nasionalisme lewat medsos, dengan menebar konten positif dan mengikis konten negatif.

Hal yang perlu diperhatikan ialah sebagai pengguna medsos saat ini harus berhati-hati terutama dalam menyikapi era digital. Tanpa filterisasi, pengguna akan dapat larut bahkan bisa menjadi penyebar konten negatif, anti-nasionalisme. Padahal konten-konten buruk tersebut dapat merusak bangunan nasionalisme.

Oleh sebab itu, para pengguna medsos jangan asal share informasi, mengingat dampaknya akan luar biasa dan cepat menjalar. Informasi tersebut harus benar-benar valid dan tidak mengandung konten-konten negatif perusak nasionalisme. Hal-hal positif, diantaranya dengan menyebarkan konten mendidik, enlighten, empowerment, dan membangun karakter nasional harus kita sebarkan secara masif di jagat medsos. Mengingat dengan itu semua, konten negatif anti-nasionalisme akan terkikis habis, sementara bangunan nasionalisme akan kuat, semoga. (ila)

*Penulis merupakan peneliti pada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.