SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menargetkan 2021 Sleman bisa menjadi smart regency. Untuk mewujudkan hal itu berbagai upaya pun dilakukan.

Mewujudkan smart regency, Pemkab Sleman menggelar workshop Implementasi Smart City Menuju Industri 4.0. Digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman bersama PT Cisco Indonesia, di The Rich Hotel (15/1).

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Diskominfo Salatiga, Kota Magelang, Kota Surakarta dan perwakilan Diskominfo se-DIJ.

Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengatakan, pemda sebagai regulator harus mampu mendorong terwujudnya smart city di daerahnya. Masing-masing pemda tidak perlu berkompetisi mewujudkan smart city.
“Pemerintah daerah bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Eka.


Pengembangan smart city merupakan tanggung jawab bersama. “Selain itu, memanfaatkan sumber daya yang dimiliki bersama. Sehingga pengembangan smart city bisa lebih cepat,” ujar Eka.

Warga Sleman telah siap menerima konsep kota cerdas. Sosialisasi yang masif masih perlu dilakukan agar masyarakat semakin paham konsep smart city ini.

Salah satu konsep smart city yang telah dijalankan di Sleman adalah pembayaran pajak. Saat ini sudah memakai konsep cashless. “Bahkan bayar retribusi di pasar tradisional pun sudah dengan tapping kartu. Ada petugas yang membawa electron capture detector (EDC) keliling,” kata Eka.

Perwakilan PR Cisco Indonesia, Lio Lie Hin, mengatakan penerapan smart city perlu kolaborasi. Memanfaatkan teknologi secara tepat.

“Perlu mempertimbangkan teknologi yang dipilih. Harus sesuai atau in line dengan yang dibutuhkan,” jelas Lie Hin. (har/iwa/fn)