SLEMAN- PSS Sleman memang belum merampungkan perburuan pemain dalam menghadapi Liga 1 Indonesia musim mendatang. Namun jika dilihat dari pemain yang dibekuk, skuad PSS Sleman masih berasa Liga 2. Itu bisa dilihat sejumlah pemain yang bergabung dalam skuad Super Elang Jawa.

PSS Sleman sudah resmi merekrut stiker Kushedya Hari Yuda dari Kalteng Putra. Meski tampil cukup atraktif musim lalu, level Kushedya hanya sebatas bermain di Liga 2 Indonesia.

Sedangkan pemain dari Liga 1 yang akan direkrut PSS Sleman yakni Friska Womsiwor dari Persipura. Kemarin, pemain yang berposisi sebagai winger ini tengah melakukan trial di PSS Sleman.

Saat dikonfirmasi pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menyatakan Riska merupakan pemain yang direkomendasikan olehnya. ”Resmi trial,” kata Seto seraya becanda.

Sejauh ini PSS Sleman telah merekrut sejumlah pemain. Namun hampir sebagian besar pemain yang ada sekarang, merupakan pemain yang sebelumnya membela Laskar Sembada di Liga 2. Mereka yakni, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptady, Irkham Mila, Try Hamdani, Rangga Muslim, Zamzani, dan Dave Mustaine.

Selain itu, sejumlah pemain asal PS Mojokerto Putra Ricky Kambuaya, Derry Rachman, dan Haris Tuharea dikabarkan tengah melakukan negosiasi kontrak bersama manajemen. ”Mereka akan kami pantau perkembangannya saat latihan, karena kami tidak melakukan seleksi secara terbuka,” jelas Seto.

Dijelaskan skuad yang ada saat ini bukan gambaran PSS Sleman sepenuhnya. Sebab menurutnya, PSS masih terus melakukan perburuan pemain. Dan dia, diberikan kepercayaan penuh untuk memilih pemain sesuai dengan kebutuhan tim. ”Tetap kami juga akan mencari pemain-pemain dari Liga 1. Khususnya untuk posisi striker dan gelandang bertahan,” kata pria asal Kalasan, Sleman itu.

Pelatih yang tengah menempuh lisensi AFC Pro ini mengaku cukup yakin bisa mempersiapkan skuad dengan baik. Apalagi sejauh ini penyelenggaraan kompetisi Liga 1 Indonesia masih belum ada titik terang. Andaikan Liga 1 dimulai setelah penyelenggaraan Pilpres 2019 mendatang, manajemen masih memiliki waktu empat bulan untuk mempersiapkan tim.

Padahal, Seto sendiri pernah menyatakan waktu yang pas untuk mempersiapkan tim selama 2,5 bulan. Setidaknya, pada periode Februari atau Maret, skuad PSS Sleman sudah terbangun. ”Tentunya kami tidak ingin terburu-buru, kami juga harus lihat pemain yang tersedia,” jelasnya.

Ya, tampaknya Seto memang cukup gemar mengumpulkan pemain versatile di timnya. Sebab selain Yudo, Friska pun pemain dengan karakter serupa yang dapat ditempatkan di berbagai posisi. ”Tentunya target saya bisa membawa PSS bertahan di Liga 1,” terangnya. (bhn/din/fn)