GUNUNGKIDUL – Keberadaan PT Widodo Makmur Unggas (WMU) kembali menuai polemik. Itu lantaran dokumen perizinan kandang peternakan ayam yang terletak di Tonggor, Pacarejo, Semanu, tersebut hingga sekarang belum klir. Dampaknya, berbagai janji perusahaan peternakan terbesar di Bumi Handayani kepada warga sekitar urung terealisasi.

Wardoyo, tokoh masyarakat Dusun Tonggor menyebut PT WMU memiliki beberapa janji kepada warga sekitar peternakan. Mulai rekrutmen warga sekitar sebagai karyawan, pembangunan pos ronda, hingga perbaikan akses jalan.
”Belum satu pun yang terealisasi,” jelas Wardoyo di sela aksi unjuk rasa di depan PT WMU Senin (14/1).

Aksi unjuk rasa yang melibatkan puluhan warga ini mendapatkan pengamanan ketat dari kepolisian. Sebab, warga sempat memblokade jalan menuju pintu masuk kandang.

Meski jengah, Wardoyo tetap berharap PT WMU dapat menyelesaikan berbagai dokumen perizinan yang masih kurang. Dengan begitu, PT WMU dapat melanjutkan kembali proses pembangunan.

”Sehingga warga akan ikut merasakan hasil dari peternakan tersebut,” katanya.
Berbeda disampaikan Ketua Karangtaruna Desa Pacarejo Ginowo. Dia menuding PT WMU telah membohongi warga. PT WMU telah memulai pembangunan. Hanya, tak satu pun pekerjanya berasal dari warga sekitar.

”Jangan cuma janji-janji. Kemarin (Senin, 15/1) saat musyawarah bagaimana? Dari dulu warga kami sudah sabar,” ketusnya.

Mendengar tuntutan warga, Kepala Unit PT WMU Iwan mengatakan, PT WMU bersedia mengakomodasinya. Mulai pembangunan pos ronda, perbaikan jalan, hingga saluran irigasi. Namun, Iwan belum bisa berjanji penuh soal rekrutmen pekerja. Lantaran PT WMU berhenti beroperasi selama pengurusan izin.

”Namun jika izin telah diperoleh dan pembangunan kembali dilanjutkan, kami siap menggunakan tenaga kerja lokal secara penuh,” janjinya.

Menurutnya, pembangunan kandang peternakan hingga sekarang baru mencapai 60 persen. Sisanya bakal dilanjutkan setelah proses perizinan tuntas.
”Nanti yang akan dibangun blok 3 dan blok 4,” tambahnya. (gun/zam/fn)