SLEMAN – Rencana pertunangan Damai Krisdianto, 20, gagal akibat ulahnya sendiri. Janji suci yang direncanakan Minggu (13/1) urung. Penyebabnya, Polsek Ngaglik membekuk dia karena terlibat pencurian dengan pemberatan (curat).

Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi mengatakan, Damai ditangkap Sabtu (12/1). Pelaku terbukti melakukan pencurian di beberapa lokasi. Tidak hanya Ngaglik. Juga wilayah hukum Polsek Sleman dan Polsek Depok Timur.

“Kalau di Ngaglik beraksi di dua tempat sekaligus. Pada 5 Januari di rumah kos Dusun Ngebel. Berlanjut 11 Januari di konter handphone Fani Cell di Candi Dukuh, Sardonoharjo,” kata Danang di Mapolsek Ngaglik (14/1).

Saat beraksi, Damai tidak sendirian. Dia berpartner dengan Rizki Yulianto, 18. Keduanya menyusun dan melakukan aksi. Mulai pengamatan, perencanaan, hingga menjual barang curian.

Pada aksi terakhir, keduanya terekam kamera pengawas (CCTV). Bermodalkan bukti tersebut, korban melapor ke polisi. Lalu keduanya ditangkap di persembunyiannya.

“Konter handphone merugi sampai Rp 20 juta. Sedangkan di rumah kos, pelaku membawa kabur tiga handphone dan uang Rp 2 juta,” kata Danang.

Keduanya menggasak 17 hape dalam sekali beraksi. Empat hape di antaranya telah mereka jual.

Bahkan satu hape curian, Oppo A7, diberikan Damai kepada calon tunangannya. Calon tunangannya tak curiga atas pemberian Damai tersebut.

“Tiga handphone masih baru dalam kardus. Adapula nomor provider, tapi diberikan ke teman-temannya. Nomor yang ada paket datanya,” ujar Danang.
Selain hape, polisi menyita Yamaha Mio J dan Kawazaki KLX. Kedua motor ini digunakan untuk beraksi.

“Kami berkoordinasi dengan polsek lain. Damai memang residivis. Dulu pernah jambret di Ngaglik. Tapi saat itu usianya masih di bawah umur,” ujar Danang.
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto mengatakan, kedua pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Untuk kos, keduanya beraksi pukul 21.00. Di konter hape, keduanya beraksi pukul 02.00.

Pemilik konter tidak menambah kunci pengaman. “Di rumah kos, penghuninya tidur dan lupa mengunci pintu rumah,” kata Budi. (dwi/iwa/fn)