Seto Nurdiyantoro

SLEMAN- Selain mantan Manajer PSS Sleman Sismantoro, belum ada sosok lain yang dimintai keterangan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Sismantoro sudah dipanggil Komite Disiplin pada Kamis (10/1) lalu. “Tapi saya kira itu sudah cukup mewakili manajemen lama,” kata Humas PSS Sleman Johanes Sugianto di sela- sela latihan perdana PSS Sleman di Stadion UNY, Senin (14/1).

Dia memang tidak menafikkan saat ini PSS Sleman sedang menjadi sorotan karena telah menjuarai Liga 2. “Jangankan menjadi juara, masuk 8 besar saja sudah pasti akan banyak yang menyoroti,” jelasnya.

Sedangkan Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro, justru mengapresiasi langkah Satgas dalam memberantas mafia bola. Dengan begitu persepakbolaan kita dapat lebih baik. “Lebih sportif dan bersih,” jelasnya.

Dia menilai gambaran besar mengenai kasus ini belum jelas. Sebab, bisa saja memang yang terlibat perorangan. Tapi juga tidak menutup kemungkinan klub ikut terlibat.

Namun, menurutnya, sekalipun salah satu pertandingan yang disoroti PSS Sleman melawan Madura FC, tidak serta merta PSS Sleman terlibat. Sekalipun bisa jadi diuntungkan. Ia saat ini hanya fokus manajemen untuk menghadapi Liga 1. “Banyak yang harus dipersiapkan,” jelasnya.

Sebab, berbagai hal perlu dipersiapkan. Dia sudah menghubungi penyelenggara liga agar dapat memberikan arahan kepada manajemen. Termasuk mengenai sertifikasi para staf. (cr10/din/fn)