KULONPROGO – Sejumlah pemuda Giripeni mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Giripeni, Wates transparan mengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Binangun Mandiri desa setempat. Jika tidak, mereka akan menggelar unjuk rasa.

“Pemdes harus membuat surat kesanggupan untuk transparan. Jika tidak dilakukan, kami akan menggelar demo di Balai Desa Giripeni,” kata Ketua Paguyuban Pemuda Giripeni, Andreas Pramono (14/1).

Pemdes dinilai tidak transparan mengelola LKM sejak 2014. Bahkan dana nasabah diduga digelapkan pengurus lama. Penyelesaian hanya melibatkan audit Inspektorat Daerah (Irda) Kulonprogo. Tanpa laporan kepolisian.
“Tidak ada laporan ke kepolisian. Hanya ke Irda. Nanti ke Irda diaudit dan dikembalikan ke Pemerintah Desa Giripeni. Kami menilai ini penggelapan. Dana Rp 147 juta dari 2014 baru dikembalikan sebagian pada 2018,” ujar Andreas.

Kepala Desa Giripeni, Priyanti menolak tuduhan penggelapan dana. Hanya sebatas kesalahan administrasi. Dilakukan pengurus lama. Contohnya, membeli bahan bakar, tidak disertai nota.

“Kemarin juga sudah ada pengembalian dana Rp 105 juta per 31 Desember 2018,” kilah Priyanti.

Menurut dia, unjuk rasa merupakan hak warga. Priyanti mengklaim dia sudah transparan. Priyanti mengaku sudah mengirim surat hasil laporan tim penyelamat Desa Giripeni ke Dewan Pembina, Irda Kulonprogo, Polres Kulonprogo dan Camat.

“Kami cantumkan neraca per 31 Desember 2018. Ada klarifikasi pinjaman. Semua sudah sesuai prosedur. Kami laporkan ke Polres juga,” ujar Priyanti.
Beberapa pemuda setempat memasang spanduk tuntutan transparansi di Balai Desa Giripeni. Kemudian direspons pemdes dengan membentuk tim penyelamatan. Sesuai arahan Irda Kulonprogo.

Pemdes juga sudah mengantongi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas audit dari Irda Kulonprogo dan ditindakalanjuti tim penyelamat. Sesuai rekomendasi Irda, Pemdes membuat membuat neraca keuangan percobaan. Persoalan tersebut telah mencuat pada pertengahan 2017.

Saat itu, Pemdes Giripeni curiga ada kejanggalan neraca keuangan LKM Binangun Mandiri. Saldo akhir tidak sesuai modal awal Rp 570 juta.
Inspektur Daerah Kulonprogo, Riyadi Sunarto mengatakan, pihaknya telah menyampaikan LHP audit keuangan LKM Desa Giripeni. “Tapi pemantauan tetap di tangan dewan pembina,” kata Riyadi. (tom/iwa/er/fn)