SLEMAN – Rencana awal, Underpass Kentungan mulai dikerjakan kemarin (Senin, 14/1). Namun, belum ada penutupan jalur cepat ringroad. Kendaraan masih leluasa melalui perempatan tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Kretek II dan Underpass Kentungan Cs, Sidik Hidayat membenarkan adanya penundaan. Meski enggan menyebutkan penyebabnya, dia membenarkan ada persoalan teknis.

“Ada sedikit masalah teknis. Sehingga (pembangunan Underpass Kentungan) harus diundur. Saat ini (persoalan tersebut) sudah diselesaikan tim di lapangan,” kata Sidik (14/1).

Dia memastikan persoalan tersebut bukan krusial. Namun wajib diselesaikan. Karena berkaitan dengan kelancaran pembangunan. Terkait persoalan tersebut, timnya berkoordinasi kepada forum lalu lintas DIJ.

Untuk sementara, beberapa alat besar telah memasuki lokasi. Fokusnya, pembangunan jalur cepat sisi barat. Adapula penyiapan jalur lambat guna perlintasan kendaraan. Karena perempatan tidak ditutup penuh.

“Tanggal 16 Januari langsung kami kerjakan. Agar waktu pembangunan efektif,” kata Sidik.

KBO Satlantas Polres Sleman, Iptu Riki Heriyanto membenarkan penundaan tersebut. Imbasnya, belum adanya penutupan jalur cepat sisi barat. Sehingga kendaraan besar masih tetap bisa melintas.

Berdasarkan hasil komunikasi, penyebab tertundanya pembangunan karena pemasangan separator beton. Fungsinya sebagai pembatas antara area pembangunan dan perlintasan kendaraan. Ruang inilah yang akan digunakan kendaraan kecil melaju melalui perempatan.

“Benar. (Pembangunan Underpass Kentungan) diundur jadi Rabu (16/1). Jalan yang akan dilewati dan pemasangan separator beton belum selesai,” kata Riki.
Di satu sisi, volume kendaraan sedikit ada penurunan. Setidaknya beberapa jalur alternatif mulai terlihat peningkatan kendaraan. Seperti pengalihan arus melalui Jalan Rajawali atau utara Terminal Condongcatur.

Kendaraan roda empat dan roda dua memanfaatkannya untuk menuju Jalan Damai dan Jalan Kapten Haryadi. Akses ini merupakan alternatif menuju Jalan Palagan maupun Jalan Magelang. Satlantas Polres Sleman tetap mempertahankan skenario awal pengalihan arus.

“Skema pengalihan arus belum berubah. Untuk Rabu besok (16/1) langsung eksekusi penutupan. Khususnya jalur cepat sisi barat,” kata Riki. (dwi/iwa/fn)