MAGELANG- Kota Magelang kembali berhasil meraih penghargaan bidang lingkungan hidup, Adipura. Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menerima penghargaan langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin (14/1).

Dia mengaku sangat bangga dan penghargaan tersebut. Sebab, ini merupakan wujud nyata partsipasi serta peran aktif seluruh masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan stakeholder. Ini membuktikan bahwa selama ini pengelolaan kebersihan dan sampah sudah on the right track. “Penghargaan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Magelang Mahbub Yani Arfian, Windarti menjelaskan Pemkot Magelang saat ini berkomitmen untuk bersama masyarakat menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. Caranya, di antaranya dengan menggunakan tempat minum sendiri sehingga tidak membeli air kemasan. Ketika belanja ke mal, kita bawa tas sendiri dari rumah.”Serta memanfaatkan bahan-bahan non plastik untuk segala kebutuhan maupun belanjaan,” tuturnya.
Windarti juga menghimbau agar program 3R atau reuse reduce dan recycle kembali digalakkan di seluruh sudut Kota Magelang, dengan segala bentuk dan terapannya.

Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan ada 119 kota/kabupaten yang menerima penghargaan Adipura. Penghargaan diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Beberapa kota/kabupaten yang tahun sebelumnya menerima penghargaan Adipura, tahun ini tidak. Hal itu disebabkan karena pengelolaan sampah di daerah tersebut masih menggunakan sistem open dumping. “Pemerintah saat ini mewajibkan daerah untuk mengelola sampah dengan sistem sanitary landfill atau sekurang-kurangnya controlled landfill, bukan lagi open dumping,” ungkapnya.

Wapres Jusuf Kalla meminta agar tidak hanya daerah terbersih saja yang mendapat sorotan dan perhatian, namun juga daerah terkotor. Hal itu, dinilainya dapat meningkatkan motivasi daerah tersebut agar memperhatikan masalah kebersihan. “Pernah suatu daerah yang dikatakan terkotor, dipublish dan diketahui orang banyak. Tahun selanjutnya, daerah tersebut justru mendapatkan penghargaan Adipura,” tandasnya. (dem/din/fn)