GUNUNGKIDUL – Suhu politik di Gunungkidul mulai menghangat. Kepala Desa Jatiayu Giyono dilaporkan ke polisi. Giyono dituding telah merusak bahan kampanye calon legislatif (caleg) dan aset milik warga Dusun Sawahan 13.
”Dan saya laporkan (Giyono) karena ada perusakan terhadap kursi milik perkumpulan RT,” jelas Ketua RT 01 Dusun Sawahan 13 Sulardiono usai melapor ke Polres Gunungkidul Senin (14/1).

Dalam laporan itu tertulis insiden perusakan terjadi 29 Desember 2018. Saat acara hajatan warga. Waktu itu Giyono mengambil sebilah pisau. Lalu, dia merobek stiker caleg Partai Gerindra bernama Purwanto yang tertempel di kursi.

”Kursi juga dibanting hingga rusak,” ujarnya.

Selain kepolisian, dugaan perusakan bahan kampanye ini juga akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul. Purwanto saat dikonfirmasi terpisah bakal melaporkan Giyono ke bawaslu. Tuduhannya merusak bahan kampanye dengan tidak hormat.

”Mungkin Rabu atau Kamis lusa,” kata Purwanto disinggung kapan dia akan melapor.

Disinggung stikernya tertempel di kursi, caleg DPRD DIJ ini berdalih tidak mengetahui asal usulnya. Namun, dia menduga penempelan stiker itu tidak lepas dari pertemuan konsolidasi internal Partai Gerindra di salah satu rumah makan 8 Desember lalu. Karena overload, pemilik rumah makan meminjam kursi kepada warga RT 01 Dusun Sawahan 13.

”Kemugkinan stiker itu dipasang pada saat konsolidasi berlangsung,” ujarnya.
Terpisah, Giyono tidak mempermasalahkan pelaporan perusakan. Menurutnya, fasilitas umum, seperti kursi milik RT tidak seharusnya ada gambar calon. Apalagi, saat itu warga sepakat untuk mencopot stiker yang tertempel di kursi.
”Namun ada satu kursi yang stikernya sulit dicopot, sehingga harus dikerik menggunakan pisau,” katanya.

Dia menduga pihak RT diperalat. Mengingat, hingga sekarang tidak ada warga yang mempermasalahkan pencopotan stiker caleg.

”Salah dengar jika ada informasi saya membanting kursi. Banyak saksi yang melihat waktu itu,” tambahnya. (gun/zam/fn)