JOGJA-Kelompok-kelompok suporter PSIM Jogja mengungkapkan harapannya seiring dengan hampir rampungnya renovasi Stadion Mandala Krida. Setelah secara resmi diresmikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X Kamis (10/1) lalu, ada harapan Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja sesegera mungkin kembali bermain di stadion kebanggaan warga Kota Jogja ini.

Ya, Stadion Mandala Krida memiliki arti penting bagi PSIM Jogja. Setelah didirikan 1976, Laskar Mataram menggunakan stadion tersebut sebagai home base mereka. Pada saat renovasi mulai 2013, PSIM Jogja menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul sebagai markas sementara.

Kini setelah diresmikan, wajah modern Stadion Mandala Krida cukup tampak. Selain kondisi tribun yang lebih luas, kualitas rumput pun lebih baik dari sebelumnya. Termasuk, sistem drainase yang telah tertanam pada lapangan.
Tidak hanya itu, Stadion Mandala Krida pun dipercantik dengan lintasan atletik.

Termasuk, berbagai fasilitas di luar stadion bagi beberapa cabang olahraga. ”Harapnnya bisa menjadi kandang yang angker bagi lawan-lawan nanti,” kata Presiden Brajamusti Muslih Brhanuddin.

Moleknya stadion berkapasitas 27 ribu penonton ini pun diharapkan juga bisa membawa dampak bagi prestasi PSIM Jogja. Sebab, salah satu klub pendiri PSSI ini terbilang miskin gelar. Selama kompetisi Galatama dan perserikatan digabung, skuad Laskar Mataram masih belum mampu memberikan prestasi di kasta tertinggi liga Indonesia.

PSIM Jogja, terbilang kalah berprestasi dengan klub-klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya, dan klub-klub mentereng lainnya. Bahkan, bisa dibilang PSIM Jogja terbilang cukup nyaman berada di kasta kedua Liga Indonesia. ”Semoga ini bisa membawa gairah baru bagi para pendukung khususnya Brajamusti, sehingga bisa berdampak pada prestasi klub,” jelasnya.

Sementara itu dari pihak The Maident memberikan seruan kepada masyarakat Jogja dan juga kelompok suporter PSIM Jogja untuk menjaga keberadaan stadion dengan wajah baru tersebut. Wajah baru Stadion Mandala Krida, diharapkan bisa membawa semangat baru bagi elemen PSIM Jogja untuk bisa meraih prestasi tertinggi di sepak bola Indonesia. ”Fasilitas baru harus diiringi semangat berprestasi,” harap Sekjend The Maident, Iswandha Bagas Hawari.

Stadion Mandala Krida sendiri memiliki sejarah dalam persepakbolaan nasional. Tidak hanya tercatat sebagai markas PSIM saja. Klub-klub legendaris seperti Perkesa Mataram dan Mataram Indocement dulunya pernah merasakan berkandang di stadion ini. Bahkan, saudara muda PSS Sleman pun pernah menggunakan Mandala saat berlaga di Divisi Utama 2002 silam. (bhn/din/fn)