Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Merapi (PGM) Kaliurang Sunarta memastikan, kubah lava 2018 masih stabil. Adanya peningkatan intensitas guguran adalah fase wajar sebuah gunung berapi. Terlebih hingga saat ini dapur magma Gunung Merapi masih produktif menghasilkan material.

“Kebetulan tadi malam cerah, sehingga bisa teramati langsung. Setiap hari sebenarnya ada luncuran lava pijar, tapi selalu tertutup kabut. Aktivitas tergolong wajar,” jelasnya Senin (14/1).

Sunarta mengatakan, kabut bukan halangan bagi pemantauan. Ini karena adanya seismograf di masing-masing pos pengamatan. Sehingga jika terjadi guguran, akan langsung terpantau dan terekam.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Khusus di Pos PGM Kaliurang ada 14 close circuit television (CCTV) yang mengamati puncak maupun aliran lahar. Ada pula satu kamera yang secara khusus terpasang di puncak Merapi. Tujuannya untuk mendeteksi adanya guguran maupun material lahar dingin.

Untuk saat ini total volume kubah lava 2018 mencapai 439 ribu meter kubik. Angka pertumbuhan harian mencapai 3.400 meter kubik. Status tetap dipertahankan pada level II atau waspada.

“Ada peningkatan mungkin karena produksi lava fluktuatif. Hitungan per bulan bisa mencapai lebih dari 100 guguran. Tapi arah luncurannya masih jauh di bawah jarak aman tiga kilometer,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sunarta mengajak warga dan wisatawan untuk bisa menikmati Merapi. Ini karena tipe erupsi freaktif. Erupsi hadir dalam lelehan yang mengalir dari puncak kubah lava.

“Wisata malah bagus karena aliran laharnya bisa dinikmati. Tapi tetap jarak aman, jangan mendekati radius tiga kilometer. Cari spot yang aman dan nyaman untuk melihat freatik,” katanya.

Kepala Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Djoko Budiyono mengungkapkan, ada peningkatan curah hujan kawasan puncak. Ini seiring masuknya fase puncak musim penghujan pada Februari. Potensi turun hujan terjadi pada siang hingga malam hari.

Rata-rata suhu udara mencapai 21 hingga 30 derajad Celsius per hari. Kelembaban udara berkisar antara 70-96 persen. Sementara angin didominasi arah barat dengan kecepatan antara 5 hingga 15 knot.

“Curah hujan saat ini sudah rata di seluruh Jogjakarta. Kawasan Sleman utara dalam beberapa hari ke depan diprediksi diguyur hujan. Intensitas curah hujan dari rendah ke lebat,” ungkapnyaa. (dwi/laz/fn)