Akhir 2018 lalu, media sosial sempat dibuat heboh dengan aksi pencurian guiding block di kawasan pedestrian Jalan Suroto Kotabaru. Beruntung petugas satpam salah satu toko di sana berhasil memergoki kawanan pencuri. Meski tidak berhasil menangkap pencurinya, tapi satu karung berisi alumunium guiding block berhasil diamankan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengaku untuk menimbulkan efek jera, kontraktor pembangunan pedestrian Jalan Suroto Kotabaru juga sudah melaporkan kasus itu ke Kepolisian.

Umi menambahkan akibat aksi pencurian tersebut, pihak pengembang rugi sekitar Rp 10 juta. Diantaranya untuk pemasangan kembali guiding block yang di-teteli pencuri itu. Tapi bukan nominal kerugian itu yang disesalkannya.
“Guiding block di jalur pedestrian itu fasilitas bagi kawan-kawan tuna netra untuk juga bisa menikmati kawasan pedestrian,” ujar Umi Minggu (13/1).

Menurut dia, jalur pedestrian yang dibangun dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp 11,5 miliar itu merupakan percontohan untuk ramah difabel. Selain pemasangan guiding block yang berwarna perak dan kuning itu, juga trotoar sepanjang sekitar dua kilometer, dikonsep tidak tinggi.

“Pedestrian di Jalan Suroto itu merupakan percontohan jalur pedestrian yang ramah difabel, tidak curam dan tidak ada tiang,” ungkapnya.

Untuk mewujudkannya, selain dengan pembangunan fisik trotoar yang ramah penyandang disabilitas. Juga harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Selain dengan tidak neteli guiding block di sana, Umi juga berharap peran pengguna kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Suroto. “Kami sudah komitmen untuk membangun jalur pedestrian ramah disabilitas, tantangannya untuk menyadarkan pemotor supaya tidak naik trotoar,” ungkapnya.

Konsep pembangunan jalur pedestrian di Jalan Suroto tersebut nantinya yang akan direplikasi di lokasi lain. Menurut dia komitmen Pemkot Jogja untuk menyediakan jalur pejalan kaki yang nyaman. Selain lebar dan luas, juga bebas pedagang kaki lima.

Sedang untuk keamanan di jalur pedestrian Jalan Suroto, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja sudah melakukan pemasangan kamera pengawas atau close circuit television (CCTV).

Pelaksana tugas Kepala Diskominfosan Tri Hastono mengungkapkan pemasangan kamera CCTV sudah dilakukan di empat titik. Diantaranya ada di ujung sisi utara, kanan, kiri dan tengah kawasan pedestrian.

Pria yang akrab disapa Kelik itu mengatakan pemasangan CCTV memang sudah menjadi program dari Diskominfosan. Tujuannya untuk merekam segala aktivitas di area pedestrian selama 24 jam. Untuk meningkatkan pengawasan, dia juga berharap kepada pelaku usaha yang berada disekitar pedestrian untuk ikut berperan.

“Harapannya pelaku usaha di Jalan Suroto bisa mengarahkan kamera pengawasnya ke arah jalan juga,” ucapnya.

Sama dengan Umi, Kelik juga berharap peran masyarakat maupun pengunjung untuk menjaga kawasan pedestrian yang baru diresmikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X pada 21 Desember lalu. “CCTV itu hanya pengamanan tambahan, yang utama peran masyarakat untuk turut menjaga bersama keamanan, kenyamanan hingga kebersihan di Kotabaru,” pesannya. (**/cr5/pra/fn)