BANTUL – Alexander Theodore Lamoh duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Bekas vokalis Edane itu menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik. Namun, rocker dengan nama beken Ecky Lamoh itu merasa dirugikan dengan proses persidangan kasusnya. Cukup lama. Bahkan, sidang dengan agenda pembacaan putusan Rabu (9/1) ditunda.

”Saya merasa dirugikan. Semua job saya harus terbengkalai yang pada akhirnya harus dibatalkan,” keluh Ecky usai persidangan kemarin.

Ecky dilaporkan ke Polda DIJ Oktober 2017. Setelah dia mengunggah keluhan di media sosial. Dia dijerat pasal 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam sidang tuntutan, Ecky dituntut empat bulan penjara.

Sejak tersandung hukum, Ecky mengeluh kesulitan mencari job manggung. Kontrak kerja sulit didapat. Padahal, manggung satu-satunya cara untuk mencari pemasukan.

Yogi Zul Fadhli, kuasa hukum Ecky Lamoh, penundaan agenda persidangan merupakan hal biasa. Namun, penundaan itu sangat merugikan kliennya.

”Putusan ditunda hingga 23 Januari,” ucap Yogi menyebut majelis hakim yang diketahui Sri Wijayanti Tanjung dengan dua anggota Cahya Ismawati dan Rajendro Isworo Kusumo belum siap. (cr6/zam/fn)