SLEMAN – Astuti, 31, perempuan asal Ngaliyan Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo membawa kabur tiga mobil. Modus pegawai salon di Gamping tersebut, menyewa mobil rental, lalu digadaikan.

Aksinya terbongkar saat salah satu korban, Dermawan, melapor ke Polsek Sleman. Astuti menyewa Nissan Livina selama empat hari. Habis masa sewa, dia memperpanjang dua hari.

“Lalu tidak ada kabar. Korban melapor ke kami dan pelaku ditangkap. Ternyata pelaku juga sudah menggelapkan tiga mobil,” kata Kapolsek Sleman, Kompol Sudarno (9/1).

Ketiga mobil tersebut disembunyikan di Gamping. Dua mobil rental lainnya, Toyota Avanza warna putih dan Avanza warna silver.

Motif ekonomi menjadi alasan Astuti. Setiap mobil digadaikan Rp 25 juta per mobil. Uang digunakan untuk bayar utang dan kebutuhan sehari-hari.
“Pelaku punya utang, menutupnya dengan uang hasil gadai. Lalu sewa mobil lain, digadaikan lagi. Begitu seterusnya,” ujar Sudarno.

Uniknya, pelaku tidak memberikan jaminan. Sudarno meminta pemilik rental selektif dan cermat menyewakan mobilnya. Karena bisnis rental mobil rawan penipuan dan penggelapan.

“Jaminan kan penting. Terutama identitas penyewa. Jadi pelajaran untuk pemilik rental agar tidak asal merentalkan,” kata Sudarno.

Panit Reskrim Polsek Sleman, Aiptu Eko Widayanto memastikan pelaku dijerat sanksi tegas. Terlebih ada perencanaan untuk menggelapkan kendaraan.
Astuti ternyata tidak bisa menyetir. Seluruh kendaraan diantarkan ke tempat kerjanya, sebuah salon di Gamping. Untuk memindahkan mobil, tersangka meminta pertolongan teman.

“Kami jerat dengan Pasal 372 junto 378 KUHP. Ancaman kurungan penjara lima tahun,” kata Eko. (dwi/iwa/fn)