JOGJA – Kaum intelektual diminta bisa ikut andil untuk melakukan transformasi ide-ide kebangsaan. Terlebih jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini. Maraknya politik identitas dinilai bisa menyebabkan perpecahan bangsa. Itu harus diantisipasi.

Hal itu yang mengemuka dalam sarasehan kebangsaan yang digelar Gerakan Suluh Kebangsaan di restoran Bale Raos Rabu (9/1). Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X yang menyempatkan hadir berharap peran kaum intelektual tersebut. “Kaum intelektual bisa dengan metode yang mudah dicerna oleh generasi muda,” katanya.

Menurut dia ada tiga bagian penting yang harus diperhatikan untuk menjaga keutuhan bangsa. Yakni, Nasionalisme sebagai induk dari nilai-nilai kebangsaan, penguatan fungsi dan peran Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), serta aktualisasi Pancasila. “Nilai-nilai kebangsaan dituntut agar bisa menjadi nilai-nilai kehidupan untuk memperkuat ketahanan budaya bangsa,” jelasnya.

Ayah lima puteri itu menambahkan perlunya setiap elemen bangsa mengambil peran strategis untuk membangun semangat kebangsaan yang mengindonesia. Dengan mendedikasikan semua kepentingan-kepentingan atas suku, agama, ras dan antar golongan. “Saya mendukung acara seperti ini guna menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI),” paparnya.

Sedang salah satu penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan, yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD,menjelaskan, gerakan tersebut dibentuk untuk menumbuhkan kesatuan Bangsa. “Melalui forum diskusi yang nantinya akan digelar di berbagai wilayah di Indonesia,” ungkapnya.

Menjelang Pemilu, banyak berita hoaks yang dikapitalisasi dan diorganir untuk memancing masyarakat dan memecah-belah bangsa. “Orang awam menerima berita dengan apa adanya tanpa adanya penyaringan,” jelas Mahfud.

Selain itu, harus dengan mengenali karakter beragam generasi, metode dan kemasan program sosialisasi penguatan nilai-nilai kebangsaan harus disesuaikan dengan bahasa masing-masing generasi. Serta aktualisasi pancasila yang akan menjadi basis pembangunan peradaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (cr7/pra/fn)