SLEMAN – Tiga pilar pemain belakang yang ikut mengantarkan PSS Sleman menjuarai Liga 2 musim 2018 lalu mengikat kontrak untuk musim 2019. Mereka adalah Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, dan Ikhwan Ciptady. Manajemen Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman menilai tiga pilar tersebut cukup layak untuk kembali memperkuat skuad yang diasuh Seto Nurdiyantara ini.

Yang menjadi perhatian adalah dikontraknya Asyraq dan Ikhwan. Keduanya merupakan duet bek tengah Persis Solo yang kemudian dipinjam Super Elja untuk memperkuat babak delapan besar. Namun, dalam perjalanannya penampilan duet bek tengah tersebut cukup ciamik sehingga mendorong untuk mematenkan kontraknya di PSS.

Gufron tercatat hanya bermain sebanyak delapan kali bersama PSS. Lima kali di fase delapan besar, dua kali di semifinal, dan satu kali pada partai final. Sedangkan Ikhwan Ciptadi sudah tampil selama 270 menit waktu normal untuk PSS Sleman.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengaku cukup terpukau dengan penampilan kedua selama membela PSS Sleman di babak delapan besar hingga membawa juara. Sehingga dengan yakin berani merekomendasikan keduanya untuk menjadi bagian skuadnya dalam mengarungi Liga 1 di musim mendatang. “Cukup lega ya, akhirnya mereka bisa kami perpanjang kontraknya,” jelas Seto Rabu (9/1).

Sedangkan nama Bagus Nirwanto telah bergabung dengan PSS Sleman selama dua musim. Kendati sempat memutuskan hengkang ke Borneo FC, peran eks penggawa PSCS Cilacap ini terbukti vital di barisan sektor bek sayap PSS. Bahkan, Bagus dipercaya menjadi kapten PSS Sleman menggantikan Hisyam Tolle yang hengkang ke Borneo FC.

PSS Sleman sendiri masih terus melakukan negosiasi kontrak terhadap sejumlah pemain lawasnya. Meski demikian, pelatih asal Kalasan, Sleman ini masih enggan membeberkan nama-nama pemain direkomendasikan untuk menandatangani kontrak bersama PSS Sleman. “Sudah ada pembicaraan dengan manajemen. Kepastian siapa yang bakal dikontrak biar itu urusan manajemen. Saya hanya merekomendasikan,” terangnya.

Seto pun menyatakan kemungkinan PSS tidak akan melakukan seleksi secara terbuka untuk pembentukan timnya di kompetisi Liga 1 musim 2019. Seto, lebih memilih bergerilya untuk memburu pemain-pemain incarannya. Slot yang kurang akan diisi dengan memanggil pemain. “Ada seleksi, tapi kemungkinan secara tertutup,” jelas Seto.

Seto beralasan tidak digelarnya seleksi terbuka dikarenakan ingin mendapatkan tim sesuai dengan kebutuhan klub. Harapannya, tidak ada tekanan dari pihak manapun terkait dengan pembentukan tim PSS untuk musim 2019 mendatang. Dia pun berharap 50 sampai 60 persen pemain lama, bisa bersepakat dengan manajemen. “Nanti kami tambah dengan pamain asing maupun pemain lokal yang sesuai kebutuhan tim,” terangnya.

Sambil menunggu regulasi pemain liga 1 musim depan,Seto mengaku tidak terburu-buru dalam melakukan perburuan terhadap pemain asing. Meski begitu, ada sejumlah nama yang sudah dibidik oleh pelatih yang tengah menjalani kursus lisensi AFC Pro tersebut. “Nanti sudah berembug dengan asing, ternyata regulasi berubah kan repot juga. Sementara kami cari pemain dalam negeri dulu,’’ jelasnya. (bhn/din/fn)